Penulis Utama : Rosi Armayanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Pertimbangan penuntut umum dalam menyusun tuntutan terhadap perkara kekerasan seksual dengan pelaku dan korban masih mempunyai hubungan darah (studi kasus di Kejaksaan Negeri Boyolali)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Hukum - 2006
Kolasi : x, 57 hal.
Sumber : UNS-Fak. Hukum NIM.E0002227
Subyek : KEKERASAN SEKSUAL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi pertimbangan bagi seorang jaksa dalam menyusun tuntutan terhadap perkara kekerasan seksual dimanapelaku dan korban masih terikat hubungan darah, dalam penelitian ini penulis mengambil sample kasus pencabulan yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri. Selain itu, penulis juga membahas mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi jaksa dalammenyusun tuntutan tersebut.

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat diskriptif normatif yang menggunkan studi kasus. Lokasi yang dipakai penelitian oleh penulis adalah Kejaksaan Negeri Boyolali. Jenis data yang digunakan meliputu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan penelitian kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundangan, dokumen-dokumen dan sebagainya. Dari data primer maupun sekunder tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif sehingga diperoleh suatugambaran yang akurat mengenai hasil penelitian.

Berdasar penelitian diperoleh hasil bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai penuntut umum, jaksa dalam membuat tuntutan harus berpegang pada aturan-aturan yang telah ada, yaitu KUHP dan UU No 26 tahun 2004 tentang Kejaksaan. Selain itu, harus sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pimpinan, dalam hal ini Jaksa Agung, mengingat prinsip Kejaksaan sebagai instansi yang menjunjung hierarki kekuasaan. Disamping itu dalam, dalam penelitian juga ditemukan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh jaksa penunut umum. Hambatan yang paling berarti berasal dari terdakwa yang selalu berbelit-belit dalam mengakui perbuatannya. Akan tetapi hambatan tersebut tidak terlalu berpengaruh karena jaksa selalu menggunakan alat bukti Visum Et Repertum yang dikeluarkan oleh dokter dan alat bukti ini menjadi alat bukti mutlak bagi jaksa dalam menangani kasus seperti ini.

Implikasi teoritis penelitian ini adalah supaya aparat penegak hukum mampu meningkatkan kinerjanya sehingga mampu menekan angka kejahatan terutama kekerasan seksual. Sedangkan implikasi praktisnya adalah jaksa tepat dan adil dalam menjalankan tugasnya sebagai penuntut umum.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Bambang Santoso, S.H.,M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum