Penulis Utama : Rifyal Usman
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Proses Penyulingan Minyak Kayu Putih di Pabrik Minyak Kayu Putih Krai KBM INK Perum. PERHUTANI Unit 1 Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2007
Kolasi : x, 77 hal.
Sumber : UNS-F. Pertanian Prog. DIII Teknologi Hasil Pertanian-H.3104007-2007
Subyek : MINYAK KAYU PUTIH-INDUSTRI
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Magang adalah kegiatan akademik (intrakulikuler) yang dilakukan oleh mahasiswa dengan melakukan praktek kerja pada lembaga – lembaga yang relevan dalam bidang industri pengolahan hasil pertanian. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah kerja praktek dengan mengikuti semua aktifitas atau kegiatan di lokasi magang. Magang di industri pertanian wajib di lakukan oleh setiap mahasiswa program D.III Teknologi Hasil Pertanian dan sebagai syarat untuk meraih gelar Ahli Madya (A.Md.). Magang industri pertanian penting untuk melengkapi pengetahuan yang sudah didapat selama perkuliahan.
Pelaksanaan magang bertujuan agar mahasiswa dapat belajar, memahami serta mendapatkan bekal dari kegiatan magang yang dilakukan, serta dapat mengaplikasikan teori – teori yang selama ini sudah di dapat di bangku perkuliahan dan dapat membandingkan pada saat berada di lapangan atau dunia kerja nantinya.
Pemilihan pabrik minyak kayu putih sebagai tempat kegiatan magang karena pabrik minyak kayu putih adalah industri yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian. Selain itu minyak kayu putih ditinjau dari segi farmasi mempunyai banyak manfaat diantaranya sebagai obat – obatan (obat sakit perut, obat kulit, obat rematik dan gangguan pencernaan) juga bisa digunakan sebagai wangi – wangian dan pestisida, selain itu bisa juga sebagai bahan tambahan minuman non alkohol, es krim dan permen. Selain itu tanaman kayu putih memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang industri pengolahan pertanian dengan banyaknya hutan kayu putih yang tersebar di indonesia yaitu 651.768.9 hektar (97 % merupakan hutan alam di luar jawa) dengan perkiraan potensi minyak kayu putih pertahun kira – kira 11 juta liter.
Namun potensi tersebut belum dapat dilakukan dengan maksimal. Berdasarkan catatan Direktorat Pemasaran Kehutanan potensi minyak kayu putih yang baru bisa di eksploitasi baru 2 % saja.
Pemilihan Pabrik Minyak Kayu Putih Krai sebagai lokasi magang didasarkan atas beberapa hal yaitu:
1. Pabrik minyak Kayu Putih Krai adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang sektor pengolahan dari hasil pertanian yaitu minyak kayu putih.
2. Pabrik Minyak Kayu Putih Krai adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan minyak kayu putih yang mampu menyediakan bahan baku sendiri dan menjalankan usahanya secara terorganisir dan kontinyu.
3. Lokasi pabrik yang tak jauh dari jalan raya Solo – Purwodadi dapat memudahkan dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.
Pokok bahasan yang akan diangkat atau dibahas adalah proses penyulingan minyak kayu putih yang merupakan salah satu bagian penting dalam proses produksi. Proses penyulingan sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan keberhasilan proses produksi minyak kayu putih. Proses penyulingan yang efisien akan menghasilkan minyak kayu putih yang berkualitas dengan rendemen tinggi. Kualitas dan kuantitas hasil penyulingan bisa di pengaruhi oleh mutu bahan baku, persiapan ketel daun, cara pengisian daun kayu putih ke dalam ketel daun, suhu dan tekanan steam yang di gunakan pada saat proses penyulingan serta proses kondensasi pada saat proses penyulingan.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Kawiji, MP
2. Setyaningrum Ariviani, STP
Catatan Umum : 6787/2007
Fakultas : Fak. Pertanian