Penulis Utama : Joko Triyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Abstraksi terhadap peramalan kebutuhan bahan baku empon-empon untuk memproduksi jamu pada PT. Air Mancur
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi Jur.Manajemen-NIM.F3501511-2004
Subyek : BAHAN BAKU
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Proses produksi merupakan suatu cara metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber antara lain tenaga kerja, mesin-mesin, bahan-bahan dan dana yang ada (Assauri, 1980).

Di PT. Air Mancur, proses produksi jamu dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu proses penyiapan bakal jamu, proses pengolahan jamu, dan penanganan produk akhir. Dalam proses produksi tersebut dibutuhkan jenis input yang bermacam-macam dan tertentu jumlahnya.

Dalam proses produksi diperlukan bahan baku atau material. Sebagian besar bahan baku yang digunakan oleh PT. Air Mancur adalah simplisia nabati kering yang terdiri atas bagian-bagian tanaman seperti akar, daun, batang, biji, buah dan sebagainya. Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun (Sutrisno, 1997). Bahan baku ini dalam pembeliannya mempunyai bentuk irisan maupun potongan dan dalam keadaan kering.

Bahan baku empon-empon untuk memproduksi jamu diperoleh dai berbagai sumber (pemasok) dan daerah. Pemasok bahan baku empon-empon adalah petani, pedagang, pengumpul, maupun dari kebun tanaman obat seluas 5,4 hektar milik PT. Air Mancur. Bahkan untuk bahan baku yang sulit didapat di dalam negeri maka perusahaan akan mengimpor dari negara lain. Sekitar 90 % bahan baku empon-empon diperoleh perusahaan dari petani dan pedagang pengumpul, sedangkan dari kebun sendiri sangat sedikit yaitu kurang lebih 1 %. Perusahaan tidak mengandalakan bahan baku empon-empon dari kebun sendiri karena kurang mencukupi kebutuhan produksi serta biaya produksi akan bertambah karena harus membudidayakan sendiri dan lahannya tidak begitu luas, selain itu dikarenakan kebun tersebut lebih banyak digunakan untuk penelitian pengembangan produk. Kalau bahan baku empon-empon yang berasal dari petani adalah petani binaan PT. Air Mancur itu sendiri, mereka dijadikan mitra oleh perusahaan sehingga kedua pihak mendapatkan keuntungan.

Pada Tabel III. 1 dan Tabel III. 2 didepan dapat diketahui bahwa pada tahun 2001 hampir seluruh pembelian bahan baku lebih kecil dari yang direncanakan , kecuali untuk kunir merah, pembeliannya lebih besar dari yang sudah direncanakan yaitu lebih 470.75 kg. Kelebihan ini tidak begitu berarti karena dari bahan baku yang dibeli pasti ada yang kurang baik mutunya sehingga bias berkurang dalam proses sortasi. Sedangkan untuk yang lain, pembeliannya lebih sedikit dari rencana semula karena agak sulit mencari bahan baku ditahun tersebut. Karena bahan baku tersebut merupakan hasil pertanian sehingga hasilnya sangat tergantung musim.

Sedangkan untuk rencana pembelian bahan baku empon-empon pada tahun 2004 hampir seluruh rencana pembelian bahan baku empon-empon lebih besar dari yang direncanakan,yaitu rencana pembelian bahan baku pada tahun 2001 lebih kecil dibandingkan rencana pembelian bahan baku empon-empon pada tahun 2004. Kecuali untuk puyang , pembeliannya lebih kecil dari rencana pembelihan bahan baku pada tahun 2001. Ini disebabkan karena bahan baku puyang masih banyak dan masih mencukupi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, dalam proses produksi jamu pada PT. Air Mancur dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu proses penyiapan bakal jamu, proses pengolahan jamu, dan penanganan produk akhir.Dan didalam proses produksi juga diperlukan bahan baku yaitu simplisia nabati kering yang terdiri dari bagian-bagian tanaman akar, daun, bunga, batang, biji dan buah. Bahan baku diperoleh dari petani, pedagang, pengumpul, dan dari kebun sendiri. Serta untuk rencana pembelian bahan baku empon-empon pada tahun 2004 hampir seluruh bahan baku lebih besar dari pada rencana pada tahun 2001, kecuali pada bahan baku puyang. Pada tahun 2001 rencana pembelian bahan baku puyang sebesar 49,000 kg dan rencana pembelian bahan baku puyang pada tahun 2004 sebesar 45,889.10kg. Jadi mengalami penurunan sebesar 3,110.90kg.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs.Yong Dirgiatmo, MSc
Catatan Umum : 1521/2006
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis