Penulis Utama : Fajar Ari Nugroho
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : H3310010
Tahun : 2013
Judul : Sertifikasi Benih Kentang (Solanum Tuberosum L) Di Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Prog. D III Agribisnis Hortikultura Dan Arsitektur pertamanan-H3310010-2013
Subyek : SERTIFIKASI BENIH
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Kebutuhan produk pertanian semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan bahan pangan yang tersedia pun harus mencukupi kebutuhan masyarakat. Produk hortikultura memiliki peranan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan penting dan mendapat proiritas untuk dikembangkan dan mempunyai potensi dalam diversifikasi pangan. Pelaksanaan magang ini dilaksanakan selama 1 bulan dimulai dari tanggal 4 Februari sampai dengan tanggal 28 Februari 2013 pukul 07.00-15.30 WIB dengan hari kerja Senin sampai Jum’at dengan lokasi magang di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Tengah di Jl. Solo - Jogja km 15, Sraten, Gatak, Sukoharjo. Kentang yang dibudidayakan di KBH Kledung adalah jenis kentang (Granolla L) yang merupakan jenis kentang G 0 yang merupakan jenis kentang benih penjenis (BS). Pada saat penelitan di KBH Kledung kegiatan yang dilakukan yaitu saat menjelang panen dan ada juga tanaman kentang yang baru ditanam sekitar 20 hari. Media yang digunakan yaitu campuran sekam serta campuran pupuk dan tanah yang di diamkan sekitar satu minggu sebelum di Tanami benih kentang. Luas lahan yang digunakan untuk jenis kentang G 0 adalah 15 x 10 m pada saat ditinjau tanaman kentang sudah terdapat umbi. Pupuk yang digunakan untuk pemupukan tanaman kentang digunakan pupuk daun dan pupuk kandang dan setelah satu bulan tanam digunakan pupuk organik. Tujuan sertifikasi adalah untuk menjaga kemurnian genetik dari varietas yang dihasilkan oleh produsen benih dan mendapatkan benih bermutu dari varietas unggul yang sesuai standar mutu. Pelaksanaan sertifikasi benih hendaknya dilakukan dengan cermat sehingga tidak ada kerugian terhadap seluruh pihak yang terkait. Untuk benih kentang yang disertifikasi di gudang harus benar – benar terhindar dari berbagai OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), karena sangat menentukan kwalitas benih kentang untuk lulus tidaknya dalam sertifikasi. Kata Kunci : Manajemen, Kentang Varietas Granolla L., Sertifikasi
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMAGE0005.JPG
Microsoft Word - 1. HALAMAN DEPAN.pdf
Microsoft Word - 2. BAB I PENDAHULUAN.pdf
Microsoft Word - 3. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Microsoft Word - 4. BAB III TATA LAKSANA PELAKSANAAN.pdf
Microsoft Word - 5. BAB IV HASIL PEMBAHASAN.pdf
Microsoft Word - 6. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Djoko Mursito, M.P
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian