Penulis Utama : Wijayanti Mumpuni
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : D.1510092
Tahun : 2013
Judul : Prosedur Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Tapak Bersubsidi di PT. Bank Tabungan Negara (PERSERO) Kantor Cabang Pembantu Sukoharjo
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Prog. D III Manajemen Administrasi-D.1510092-2013
Subyek : PROSEDUR KREDIT
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Jenis pengamatan yang penulis gunakan dalam pengamatan ini adalah deskriptif kualitatif, sehingga diperoleh informasi yang menggambarkan realitas yang ada mengenai prosedur KPR Sejahtera Tapak Bersubsidi di BTN Cabang Pembantu Sukoharjo. Adapun sumber data yang digunakan dalam pengamatan ini diperoleh dari narasumber yang sesuai dengan posisi serta akses informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengamatan, serta diperoleh dari dokumen dan arsip yang menunjang lainnya. Teknik pengumpulan data dalam pengamatan ini adalah melalui wawancara dengan narasumber, observasi secara langsung, dan mengkaji dokumen dan arsip. Sedangkan dalam analisis data, penulis menggunakan model analisis interaktif, yaitu data yang dikumpulkan akan dianalisa melalui tiga tahap yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasinya. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Prosedur Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Tapak Bersubsidi di PT. Bank Tabungan Negara Cabang Pembantu Sukoharjo meliputi tujuh tahap. Tahap Pertama pengajuan berkas-berkas pinjaman yaitu pengajuan berkas-berkas pinjaman oleh pemohon kredit kepada bank. Tahap kedua verifikasi yaitu tahap pemeriksaan dan penyelidikan berkas-berkas pinjaman oleh bank. Tahap ketiga wawancara yaitu pihak bank melakukan wawancara kapada pemohon seputar penghasilan dan pengeluaran tiap bulan. Tahap keempat adalah on the spot, yaitu pihak bank melakukan survey di tempat kerja pemohon. Tahap kelima adalah keputusan kredit, yaitu pihak bank akan memberikan keputusan apakah pemohon berhak mendapatkan kredit atau tidak. Selanjutnya tahap keenam adalah akad kredit yaitu perjanjian kredit antara calon debitur, pihak bank, dan developer di hadapan notaris. Dan tahap ketujuh adalah pencairan dana setelah realisasi yaitu, penyaluran dana dari bank kepada developer. Adapun cara pembayaran angsuran kredit pemilikan rumah tersebut dapat melalui Bank Tabungan Negara, melalui Kantor Pos, melalui bank lain, atau melalui potong gaji dari instansi tempat pemohon bekerja. Permasalahan yang timbul selama proses pengajuan kredit biasanya dalam tahap pengajuan berkas-berkas dan tahap verifikasi berkas pinjaman. Hal ini disebabkan karena kekurangpahaman debitur dalam memperoleh informasi dari bank. Oleh karena itu, pihak bank sebaiknya memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada debitur mengenai syarat-syarat pengajuan kredit tersebut. Sehingga proses kredit akan berjalan dengan cepat dan lancar.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
wijayanti.JPG
bab0.pdf
bab1.pdf
bab2.pdf
bab3.pdf
bab4.pdf
bab5.pdf
bab6.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Retno Suryawati, M.Si,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP