Penulis Utama : Andri Wiryawan
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : R.0010012
Tahun : 2013
Judul : Identifikasi bahaya dan penilaian resiko (ibpr) pada aktivitas overburden removal site kelubir di pt pesona khatulistiwa nusantara bulungan, Kalimantan Timur
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Prog. D III Hiperkes dan Keselamatan Kerja-R.0010012-2013
Subyek : IDENTIFIKASI BAHAYA
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan : Overburden Removal merupakan salah satu aktivitas yang terdapat dalam proses penambangan batu bara yang memiliki potensi bahaya tinggi. Sehingga penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui upaya identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang dilakukan PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara Site Kelubir, Kalimantan Timur. Metode : Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif yang memberikan gambaran tentang Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara Site Kelubir, Kalimantan Timur. Data yang diperoleh kemudian dibahas dengan OHSAS 18001:2007 Hasil : Setelah dilakukan identifikasi bahaya meliputi aktivitas loading overburden, hauling overburden, dumping dan spreading nilai risiko sebelum dilakukan pengendalian pada aktivitas loading overburden terdapat total nilai risiko sedang : 7, tinggi : 7, hauling overburden terdapat total nilai risiko sedang : 4, tinggi : 11, ekstrim : 1, dumping terdapat total nilai risiko sedang : 1, tinggi : 4, ekstrim : 1, spreading terdapat total nilai risiko sedang : 3, tinggi : 4, setelah dilakukan pengendalian meliputi jenis pengendalian engineering control, administrasi dan penggunaan alat pelindung diri (APD) semua nilai risiko menjadi rendah terkecuali nilai risiko pada aktivitas hauling overburden yang masih terdapat satu nilai risiko sedang. Simpulan : Untuk nilai risiko yang diterapkan perusahaan diperoleh dari kombinasi kekerapan atau kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya (accident) dengan konsekuensi atau tingkat keparahan sedangkan untuk ukuran risiko diantaranya risiko1-5 nilai risiko sangat kecil maka tidak perlu dilakukan pengendalian, risiko 6-10 (Medium), 11-19 (High) dan 20-25 (Extreme) nilai risiko cukup tinggi sehingga diperlukan tindakan pengendalian (Pro- 09/ALL/EHS/2012). Langkah ini dilakukan untuk menentukan prioritas pengendalian sedangkan saat menetapkan pengendalian, pertimbangan yang diberikan untuk menurunkan risiko berdasarkan hirarki berikut : eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administrasi dan alat pelindung diri upaya tersebut telah sesuai dengan OHSAS 18001 : 2007 klausul 3.2.1 dan 4.3.1. Kata kunci : Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko Overburden Removal
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover.pdf
bab1.pdf
bab2.pdf
bab3.pdf
bab4.pdf
andri0001.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Sumardiyono, SKM, M.Kes
2. Drs. Widodo Prayitno
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran