Penulis Utama : Lathifah Arub Sukmawati
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : K1209037
Tahun : 2013
Judul : Tindak Tutur Direktif Guru di Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Sma Batik 1 Surakarta)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-K1209037-2013
Subyek : TINDAK TUTUR DIREKTIF
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengidentifikasi tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk maupun fungsi tindak tutur direktif guru yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan faktor-faktor penentu yang mempengaruhi tindak tutur direktif guru tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di SMA Batik 1 Surakarta. Sumber data pada penelitian ini adalah tindak tutur yang diujarkan guru pada pembelajaran bahasa Indonesia. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu tuturan yang mengandung tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan perekaman. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang diujarkan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Batik 1 Surakarta meliputi tindak tutur direktif menyuruh (submemerintah, submemaksa, submenyilakan, dan submelarang), memohon, menuntut (submenagih dan submengingatkan), menyarankan (submengarahkan), dan menantang. Penggunaan tindak tutur direktif paling banyak terdapat pada tindak tutur direktif menyuruh sebesar 39%. Posisi kedua, yaitu tindak tutur direktif menuntut sebesar 22%. Selanjutnya tindak tutur menyarankan sebesar 17%. Lalu dua posisi terbawah adalah tindak tutur direktif memohon sebesar 12% dan tindak tutur direktif menantang sebesar 10%. Fungsi tindak tutur direktif yang diujarkan guru sangat heterogen tergantung dengan maksud dan tujuan yang inginkan; (2) faktor-faktor penentu penggunaan tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Batik 1 Surakarta adalah sebagai berikut: (a) setting dan scene di lembaga pendidikan dalam situasi formal, (b) participant yang terdiri atas guru dan siswa, (c) end berupa satu bentuk ujaran dapat mempunyai lebih dari satu fungsi, (d) act squence berupa tuturan langsung dan mengaitkan peristiwa sekitar, (e) key berupa nada pembicaraan yang bervariasi, (f) instrumentalities berupa jalur bahasa lisan, (g) norm of interaction yang harus dipatuhi guru dan siswa ketika pembelajaran berlangsung, dan (h) genre berupa penyampaian yang serius tetapi santai. Hal tersebut menunjukkan bahwa peristiwa tutur yang terjadi dalam pembelajaran dipengaruhi faktor yang mempunyai keterkaitan satu sama lain yang mendukung tercapainya tujuan berkomunikasi.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
lathifah.JPG
bab0 LATHIFAH A.S. K1209037.pdf
bab1 LATHIFAH A.S. K1209037.pdf
bab2 LATHIFAH A.S. K1209037.pdf
bab3 LATHIFAH A.S. K1209037.pdf
bab4 LATHIFAH A.S. K1209037.pdf
bab5 LATHIFAH A.S. K1209037.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum.,
2. Dr. Kundharu Saddhono, S.S., M.Hum.,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP