Penulis Utama : Wendi Novriawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I.0108040
Tahun : 2013
Judul : Ekstraksi Asbuton Dengan Metode Asbuton Emulsi Ditinjau Dari Konsentrasi Pengemulsi Dan Waktu Ekstraksi Menggunakan Emulgator Texapon Asbuton Extraction With Asbuton Emulsion Method Evaluated From Emulsifier Proportion And Time Extraction Using Texapon As
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Teknik - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Teknik Jur Teknik Sipil-I.0108040-2013
Subyek : TEXAPON
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Aspal buton (asbuton) merupakan aspal alam Indonesia yang terdapat di pulau Buton Sulawesi Tenggara. Pemanfaatan asbuton sebagai bahan perkerasan belum optimal karena kandungan mineralnya yang masih cukup tinggi. Ekstraksi asbuton dengan metode asbuton emulsi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kandungan mineral pada asbuton. Emulgator yang digunakan pada penelitian ini yaitu texapon. Proses pembuatan asbuton emulsi terdiri dari dua fase yaitu fase padat dan fase cair. Fase padat yaitu pencampuran asbuton butir dengan kerosin sedangkan fase cair merupakan pencampuran HCL, air, dan texapon sebagai pengemulsi. Pencampuran kedua fase ini akan menjadi asbuton emulsi yang selanjutnya akan diekstraksi dengan mesin ekstraksi. Sampel benda uji dibuat dengan variasi konsentrasi texapon dan waktu ekstraksi. Analisis asbuton emulsi hasil ekstraksi yaitu dengan uji kadar aspal residu, uji berat jenis, dan uji kadar air. Berdasarkan hasil analisis, kadar aspal residu tertinggi yang dihasilkan yaitu sebesar 44,17 % dengan komposisi asbuton butir 33.33% , kerosin 6.66%, texapon 0.62%, asam klorida (HCl) 0.62%, dan air RO 58.75% yang diekstraksi selama 25 menit. Hubungan waktu ekstraksi dan kadar aspal residu dengan konsentrasi texapon 0.62% ditunjukan pada grafik y = -0.014 x² + 1.222 x + 22.75 . Hubungan konsentrasi texapon dan kadar aspal residu dengan waktu ekstraksi 25 menit ditunjukan pada grafik y = -1.152 x² + 19.52 x + 31.76. Dalam penelitian ini belum didapatkan kadar texapon dan waktu ekstraksi yang menghasilkan kadar aspal residu optimum, namun waktu ekstraksi optimum dengan kadar texapon 0.62% dapat diperkirakan berdasarkan persamaan grafik y = -0.014 x² + 1.222 x + 22.75 yaitu ketika waktu ekstraksi 43.64 menit akan menghasilkan kadar aspal residu optimum sebesar 49.42 %.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
IMAGE0006.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Djoko Sarwono, MT.
2. Ir. Ary Setyawan, MSc., Ph.D.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik