Penulis Utama : Rintis Kurnia Wijaya
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : F.3410088
Tahun : 2013
Judul : Analisis Potensi Pemungutan Dan Efektivitas Penerimaan Pajak Air Tanah Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Ekonomi Prog. D III Perpajakan-F.3410088-2013
Subyek : PAJAK AIR
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi pemungutan dan efektivitas penerimaan Pajak Air Tanah pada tiap kecamatan di Kota Surakarta, serta upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak Air Tanah secara objektif sesuai kondisi Wajib Pajak, sebagai upaya peningkatan PAD Kota Surakarta. Langkah penelitian yang dilakukan adalah dengan membandingkan antara konsep dan teori perpajakan yang mendukung penelitian ini. Adapun langkahlangkah dalam penelitian ini antara lain dengan menghitung potensi pemungutan dan efektivitas penerimaan Pajak Air Tanah pada 5 (lima) kecamatan di Kota Surakarta, membandingkan dan menentukan tingkat potensi pemungutan dan efektivitas penerimaan dari ke (lima) kecamatan tersebut. Selanjutnya menentukan hambatanhambatan yang dihadapi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak Air Tanah, kemudian menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak Air Tanah secara objektif. Hasil dan kesimpulan penelitian adalah potensi pemungutan Pajak Air Tanah pada 5 (lima) kecamatan di Kota Surakarta, yang paling memiliki potensi dalam pemungutan adalah Kecamatan Laweyan, yaitu sebasar Rp240.259.200,00. tingkat efektivitas penerimaan Pajak Air Tanah pada 5 (lima) kecamatan, ada 4 (empat) kecamatan yang “sudah efektif” dalam penerimaan Pajak Air Tanah, yaitu Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Jebres, Kecamatan Laweyan, dan Kecamatan Serengan, sedangkan untuk 1 (satu) kecamatan yaitu Kecamatan Pasar Kliwon masih berada pada posisi “cukup efektif”. Untuk tingkat efektivitas penerimaan yang paling efektif adalah Kecamatan Serengan dengan persentase sebesar 99, 92%. Serta sudah adanya upaya-upaya yang nyata dari Pemerintah Kota Surakarta dalam mengatasi hambatan-hambatan pemungutan Pajak Air Tanah ini. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan bahwa perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota dan Wajib Pajak dalam mengoptimalkan potensi pemungutan dan efektivitas penerimaan Pajak Air Tanah secara nyata, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Surakarta secara objektif sesuai kondisi Wajib Pajak.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
RINTIS KURNIA W0001.JPG
cover.pdf
Bab 1.pdf
Bab 2.pdf
Bab 3.pdf
Bab 4.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Arum Kusumaningdyah, S.E, M,M, Ak
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis