Penulis Utama : Nabilah
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : I.8710030
Tahun : 2013
Judul : Analisis Banjir Tahunan di DAS Alang Sub DAS Bengawan Solo Hulu 3 Menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Snyder
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Prodi. D III Teknik Sipil-I.8710030-2013
Subyek : POLA DISTRIBUSI HUJAN
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Bencana banjir sering mengakibatkan kerugian jiwa, harta dan benda. Kejadian banjir tidak dapat dicegah, tetapi hanya dapat dikendalikan dan dikurangi dampak kerugian yang diakibatkannya, karena datangnya relatif cepat. Untuk mengurangi dampak akibat bencana banjir tersebut maka diperlukan pengkajian analisis banjir maksimum tahunan yang ditinjau besar potensi banjir berdasarkan periode ulang. Salah satu DAS di Sungai Bengawan Solo yang perlu dianalisis banjirnya yaitu DAS Alang. DAS alang merupakan salah satu dari tujuh Sub DAS Bengawan Solo Hulu 3 yang memiliki luas 147,695 km2 dan mengisi Waduk Wonogiri. Metode yang digunakan untuk mengetahui debit banjir maksimum adalah metode Hidrograf Satuan Sintetik Snyder yang menggunakan data curah hujan tahun 1991 – 2010 dari tiga stasiun pencatat hujan yaitu Song Putri, Nawangan dan Pracimantoro. Analisis banjir yang dilakukan adalah menghitung debit banjir 2 harian maksium dan debit banjir 2 harian maksimum bulanan yang ditinjau potensi banjirnya dengan debit banjir periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, 200, 1000 tahun. Hasil analisis dan perhitungan banjir menggunakan pola distribusi hujan Log Pearson III dan metode Hidrograf Satuan Sintetik Snyder diperoleh banjir periode ulang 2,5,10,20,50,100,200 dan 1000 tahun sebagai berikut: Q2 = 193,784 m3/detik, Q5 = 251,623 m3/detik, Q10 = 295,056 m3/detik, ; Q25 = 356,139 m3/detik; Q50 = 406,288 m3/detik, Q100 = 460,586 m3/detik, Q200 = 519,605 m3/detik, dan Q1000 = 677,790 m3/detik . Selanjutnya dibandingkan dengan hasil perhitungan debit banjir hujan 2 harian maksimum tahun 1991-2010 sebagai berikut: tahun 1998 dan 2009 berpotensi banjir 2 tahunan (Q2), tahun 2001, 2003, dan 2008 berpotensi banjir 5 tahunan (Q5), tahun 1991, 1992, 1994, 1997, 1999, 2000, 2002, 2005, dan 2006 berpotensi banjir 10 tahunan (Q10), tahun 1995 berpotensi banjir 25 tahunan (Q25), tahun 1996 berpotensi banjir 50 tahunan (Q50) dan tahun 1993 dan 2004 berpotensi banjir 100 tahunan (Q100). Sedangkan debit banjir 2 harian maksimum bulanan pada bulan Januari dan Maret berpotensi banjir Q25, bulan Februari berpotensi banjir Q10, bulan April, September, Oktober dan November berpotensi banjir Q2, bulan Juni berpotensi banjir Q5 dan bulan Mei, Juli, Agustus tidak berpotensi banjir.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
NABILAH0001.JPG
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Susilowati, Msi
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik