Penulis Utama : Agus Warsito
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Posisi perekonomian, perubahan struktur ekonomi dan potensi wilayah Subosukawonosraten
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2007
Kolasi : XXII, 181 hal.
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Ekonomi Pembangunan-F.0101013-2007
Subyek : EKONOMI, KEADAAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi perekonomian, sektor basis serta struktur ekonomi di masing-masing kota/ Kabupaten di wilayah SUBOSUKA WONOSRATEN. Sehingga mampu memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian serta kinerja pembangunan di masing-masing kota/ Kabupaten. Dengan mengetahui keadaan perekonomian, maka diharapkan pemerintah kota/ daerah mampu menggali lebih jauh potensi ekonomi untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari buku-buku yang diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik Jawa Tengah dan wilayah SUBOSUKA WONOSRATEN. Data yang digunakan untuk perhitungan adalah data PDRB serta komponen-komponennya tahun 2001-2004. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis SS (Shift Share) untuk mengetahui struktur ekonomi; analisis LQ (Location Quotient), MRP (Model Ratio Pertumbuhan), dan overlay untuk mengetahui sektor basis serta sektor potensial; dan Tipologi Klassen untuk mengetahui posisi perekonomian. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan didapat hasil bahwa posisi perekonomian kota/ Kabupaten di kawasan SUBOSUKA WONOSRATEN terhadap Propinsi Jawa Tengah hanya terdapat satu wilayah yang termasuk dalam kategori cepat maju dan berkembang yaitu Kota Surakarta. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo termasuk dalam daerah maju namun tertekan dan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten termasuk daerah yang berkembang cepat. Dari hasil analisis shift share didapatkan bahwa struktur ekonomi di kota/ kabupaten di wilayah SUBOSUKA WONOSRATEN cenderung berkembang ke sektor sekunder dan tersier daripada sektor primer terutama ke sektor industri dan perdagangan. Sementara itu dari hasil analisis LQ yaitu untuk mengidentifikasi sektor basis didapatkan hasil: (1) Kota Surakarta sektor basisnya adalah sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan serta sektor jasa; (2) Kabupaten Boyolali sektor basisnya meliputi sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan; (3) Kabupaten Sukoharjo sektor basisnnya adalah sektor pertanian, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, jasa dan jasa perusahaan serta sektor jasa; 4) Kabupaten Karanganyar sektor basisnya adalah sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, serta sektor jasa; 5) Kabupaten Wonogiri sektor basisnya adalah sektor pertanian, sektorpenganngkutan dan komunikasi, sektor keuangan, sewa dan jasa perusahan, serta sektor jasa; 6) Kabupaten Sragen sektor basisnya adalah sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan serta sektor jasa; 7) Kabupaten Klaten sektor basisnya adalah sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan, serta sektor jasa. Dari analisis MRP didapatkan hasil yang termasuk dalam sektor yang potensial. Sektor listik, gas dan air bersih merupakan sektor potensial di wilayah SUBOSUKA WONOSRATEN; sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan adalah sektor potensial di wilayah SUBOSUKA WONOSRATEN kecuali di Kabupaten Klaten, sektor industri pengolahan merupakan sektor potensial kecuali di Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Dan sektor pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor dominan kecuali di Kabupaten Boyolali dan Karanganyar. Dari hasil diatas maka dapat diajukan beberapa saran untuk pengembangan lebih lanjut yaitu (1). Pemerintah kota/ daerah melakukan perencanaan sesuai dengan potensi ekonomi dengan memperhatikan sektor basis dan potensial.(2) Menarik investor untuk menanamkan modal guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (3) Mempertahankan sektor basis supaya merangsang sektor lain yang bukan basis menjadi basis. (4) Pemerintah kota/ daerah membuat kebijakan yang efektif untuk menunjang pembangunan daerah dan masyarakat diberi informasi supaya dapat berperan serta.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Izza Mafruhah, SE, Msi
Catatan Umum : 5346/2007
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis