Penulis Utama : Dentiko Wasis Aulia
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : G.0009053
Tahun : 2013
Judul : Pengaruh Pemberian Topikal Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Jumlah Sel Fibroblas Pada Penyembuhan Luka Sayat Pada Kulit Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Strain Wistar
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran-G.0009053-2013
Subyek : PENYEMBUHAN LUKA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Latar belakang: Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah tumbuhan yang umum di Indonesia dan mengandung banyak zat metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Zat metabolit sekunder ini diduga dapat meningkatkan jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian topikal gel ekstrak daun binahong pada luka sayat tikus Wistar (Rattus norvegicus) akan meningkatkan jumlah sel fibroblas pada penyembuhan luka tersebut. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan the randomize post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah 25 tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan berumur 3 bulan yang diberi luka insisi di dorsal sepanjang 2 cm dan sedalam 0,5 cm. 25 tikus ini dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol positif, kontrol negatif, 3 kelompok perlakuan) yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok kontrol positif diolesi obat paten Bioplacenton® pada lukanya. Kelompok kontrol negatif tidak diberi perlakuan apa-apa pada lukanya. Kelompok perlakuan 1, 2, dan 3 berturut-turut diolesi gel ekstrak binahong 2,5%; 5%; dan 10%. Pengolesan obat dilakukan 2 kali sehari selama 5 hari. Pada hari kelima, luka tikus dinilai secara makroskopis dengan Bates-Jensen Wound Assassment Tool kemudian tikus dikorbankan dan dibuat preparat histopatologi pada bagian yang dilukai. Preparat tersebut kemudian di cat dengan pengecatan Van Giesson dan dihitung sel fibrobas pada jaringan granulasinya. Data yang didapat dianalisis dengan uji ANOVA satu jalur (p < 0,05). Hasil : Penilaian luka secara makroskopis dan rata-rata jumlah sel fibroblas setiap kelompok perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Namun, kelompok perlakuan 2 menunjukkan jumlah fibroblast yang tertinggi yaitu 153,72 (±SD 23,39) dibandingkan kelompok yang lain. Simpulan: Pemberian topikal ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) tidak berpengaruh terhadap penilaian makroskopis luka pada hari kelima namun menunjukkan peningkatan jumlah sel fibroblas pada penyembuhan luka sayat pada kulit tikus Wistar (Rattus norvegicus) meski tidak mencapai taraf signifikan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
DENTIKO WASIS A.0119.JPG
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
bab 6.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Brian Wasita, dr., Ph. D
2. Riza Novierta Pesik, dr., M. Kes
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran