Penulis Utama : Taufik Tri Sukarno
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : F.3509072
Tahun : 2013
Judul : Analisis Pengendalian Kualitas Produk Roti Kecik Jenis Lonjong Dengan Metode C-Chart Pada Perusahaan Roti Ganep’s Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Prog. D III Manajemen Bisnis-F.3509072-2013
Subyek : METODE C-CHART
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Perusahaan Roti Ganep’s Surakarta merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri makanan. Sedangkan permasalahan yang sering terjadi pada industry manufaktur adalah mengenai kualitas produk. Kualitas sangatlah penting peranannya dalamm emenuhi kebutuhan pelanggan dan menjaga kepercayaan pelanggan. Pengendalian kualitas yang dilakukan olehperusahaan roti ganep’s mulai dari pemilihan bahan baku, pembuatan adonan, pemasakan roti, pengeringan roti sampai pembungkusan. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1).Untuk mengetahui tingkat kerusakan produk roti kecik jenis lonjong selama bulan Januari 2013 pada Perusahaan Roti Ganep’s. (2). Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan pada Perusahaan Roti Ganep’s. Dalam penelitian pengendalian kualitas ini penulis menggunakan pengendalian untuk data atribut yaitu dengan metode analisis C-chart untuk mengetahui tingkat kerusakan batas atas (UCL) dan batas bawah (LCL). Dengan metode C-chart dapat diketahui selama bulan Januari batas kendali atas (UCL) 168,72 dan batas kendali bawah (LCL) 99,27. Dan rata-rata kerusakan sebesar 134 biji perhari. Dari hasil perhitungan kerusakan roti kecik jenis lonjong pada bulan Januari terdapat kerusakan yang diluar batas toleransi atau kendali yaitu pada hari jumat tanggal 18 Januari, hari kamis 31 Januari 2013 melebihi batas pengawasan atas dan pada hari kamis 17 januari 2013 yang berada dibatas pengawasan bawah. Namun telah dilakukan revisi sehingga yang baru adalah, batas kendali atas (UCL) 163,78, batas kendali bawah (LCL) 95,47. Dan rata-rata kerusakan sebesar 129,63. Berdasarkan analisis diagram pareto dapat diketahui tingkat kerusakan yang paling besar adalah patah jenis kerusakan tersebutsebesar 2179 atau 77,43 %, tingkat kerusakan kedua adalah gepeng sebesar 411 atau 14,60%, setelah itu jenis kerusakan ketiga adalah gosong sebesar 138 atau 4,90 %, serta jenis kerusakan terakhir dan yang paling kecil adalah kotor sebesar 86 atau 3,05%. Berdasarkan analisis yang diteliti dengan diagram sebab-akibat penyebab kerusakan yaitu material (kualitas bahan baku kurang baik), mesin (kurangnya perawatan sehingga mesin rusak), manusia (kelelahan,kurang konsentrasi, dan juga kurangnya pengawasan), metode (instruksi kurang jelas,penyortiran dan metode kurang tepat).
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
IMAGE0001.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis