Penulis Utama : Sujatmi
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : S541108103
Tahun : 2013
Judul : Efektifitas Pelatihan Kelas Ibu Terhadap Depresi Postpartum Dari Kondisi Fisik Ibu Hamil
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Magister Kedokteran Keluarga-S.541108103-2013
Subyek : DEPRESI POSTPARTUM
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) peneliti ingin mengetahui adanya perbedaan pengaruh terhadap tingkat depresi post partum antara kelompok ibu yang diberi pelatihan kelas ibu hamil dan yang tidak diberi pelatihan, (2) ingin mengetahui perbedaan pengaruh tingkat depresi postpartum antara kelompok ibu dengan kondisis fisik yang beresiko tinggi dan ibu kondisi resiko rendah dan, (3) ingin mengetahui adanya interaksi pengaruh antara variabel pelatihan kelas ibu hamil dan variabel kondisi fisik ibu terhadap depresi post partum. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eskperimen. Dengan mengambil populasi semua ibu post partum dalam 48 jam, yang melahirkan dibidan praktek mandiri di wilayah puskesmas Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, dan menggunakan sampel representatif ” probability sampling ” pengambilan secara ” simple Random sampling ”. Variabel Independen adalah Pelatihan kelas ibu dan kondisi fisik ibu hamil dan variabel dependen adalah depresi post partum. Rancanagan analisisnya menggunakan ”Faktorial 2x2 atau AxB Factorial design”, dengan menggunakan analisis statistik ”non inferensial / Induktif (probabilitas)”. Hasil pengujian Hipotesis (1) Dari hasil uji varian dua jalan untuk membedakan tingkat depresi postpartum antara kelompok ibu yang diberikan pelatihan kelas ibu hamil dengan yang tidak diberikan pelatihan kelas ibu hamil dengan hasil nilai F = 58,337 dan p = 0,000, oleh karena p < 0,05 maka Ho ditolak. Dan dapat dilihat hasil rata- rata total 14,50 < 16,60 sehingga tingkat depresi yang diberikan pelatihan lebih rendah dari pada yang tidak diberikan pelatihan, yang menjawab dari hipotesa 1 . Hal ini sesuai dengan tujuan dari pelatihan kelas ibu hamil yaitu meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku ibu agar ibu memahami kehamilannya, perubahan tubuh ibu hamil, keluhan, perawatan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, mitos, kepercayaan dan penyakit menular. (2)Dari hasil uji analisis varian dua jalan untuk membedakan pengaruh antara kelompok ibu hamil resiko rendah dan resiko tinggi diperoleh F = 42,860 dan p = 0,000. Oleh karena p< 0,05 maka Ho ditolak. Ini berarti ada perbedaan tingkat depresi postpartum antara kelompok kondisi fisik dengan resiko tinggi dan kondisi fisik dengan kondisi fisik resiko rendah dengan hasil total rata- rata 18, 11 >14,81 sehingga tingkat depresi pada kondisi fisik resiko tinggi mempunyai tingkat depresi postpartum lebih tinggi dari pada kondisi fisik dengan resiko rendah, dengan hasil ini bisa menjawab hipotesa 2. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan dengan tingginya resiko kehamilan dan persalinan dengan komplikasi mengakibatkan calon ibu yang bersangkutan mudah capek, tidak nyaman badan, tidak bisa tidur nyenyak, sering mendapat kesulitan dalam bernafas dan beban jasmaniah lain dalam kehidupan sehingga menimbulkan masa- masa tegang, ketakutan, kecemasan, konflik- konflik batin dan psikis.(3) Dengan uji komparasi ganda yang menggunakan metode Scheffe yang bisa menjawab hipotesa 3, yaitu adanya interaksi antara pelatihan kelas ibu hamil dan kondisi fisik ibu hamil yang diuraikan dalam hasil F²-³ (kelompok ibu hamil resiko tinggi yang diberi pelatihan kelas dibandingkan kelompok ibu hamil resiko rendah yang tidak diberi pelatihan kelas ) = 17,000 > 15,615 dengan selisih 1.385 sehingga bisa dikatakan bahwa yang diberikan pelatihan dengan resiko tinggi tidak mempunyai hasil signifikan dibandingkan kelompok ibu hamil yang resiko rendah yang tidak diberikan pelatihan. Atau bisa dilihat hasil dari F¹-³ yaitu nilai rata- rata yang diberi pelatihan dengan resiko rendah sebesar 14,22 dan yang tidak diberi pelatihan dengan resiko rendah sebesar 15,62 dengan selisih 1,40 sehingga bisa dikatakan ada interaksi antara yang diberi pelatihan dengan resiko rendah dan yang tidak diberi pelatihan dengan resiko rendah karena hasilnya tidak terlalu signifikan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0012.JPG
sampul.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana