Penulis Utama : Lilis Lestari
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : C.0109023
Tahun : 2013
Judul : Suluk Ulam Loh (Suatu Tinjauan Filologis)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Sastra Daerah-C.0109023-C.0109023
Subyek : SULUK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Latar belakang dipilihnya naskah Suluk Ulam Loh sebagai objek kajian dalam penelitian ini adalah (1) dari segi filologis, terdapat banyak kesalahan tulis dalam naskah Suluk Ulam Loh, (2) dari segi isi, mengungkapkan ajaran-ajaran luhur yang terkandung di dalam Suluk Ulam Loh.Penelitian terhadap naskah Suluk Ulam Loh dilatarbelakangi oleh dua alasan, yaitu segi filologis dan segi isi. (1) Segi filologis ditemukan kesalahan-kesalahan tulis dalam penyalinan naskah Suluk Ulam Loh. (2) Segi isi mengungkapkan ajaran-ajaran luhur yang terkandung di dalam Suluk Ulam Loh. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana suntingan teks dari Suluk Ulam Loh yang bersih dari kesalahan sesuai dengan cara kerja filologi?; (2) Bagaimana ajaran kesempurnaan hidup (manunggaling kawula Gusti) yang terkandung di dalam teks Suluk Ulam Loh? Tujuan penelitian ini adalah (1) Menyajikan suntingan teks dari Suluk Ulam Loh yang bersih dari kesalahan setelah melalui cara kerja filologi. (2) Mengungkapkan ajaran kesempurnaan hidup (manunggaling kawula Gusti) yang terkandung di dalam teks Suluk Ulam Loh. Bentuk penelitian ini adalah penelitian filologis yang bersifat deskriptif kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian pustaka (library research). Sumber data dalam penelitian disimpan dan ditemukan di Perpustakaan Sasana Pustaka Kraton Surakarta, sedangkan data penelitian ini adalah naskah dan teks Suluk Ulam Loh, berbentuk têmbang macapat berjumlah 7 (tujuh) pupuh dengan huruf Jawa carik sejumlah 34 halaman. Teknik pengumpulan data melalui tahapan inventarisasi melalui katalogus-katalog naskah yang tersimpan di perpustakaan atau instansi, judul didaftar, diadakan pengecekan kebenaran keberadaan naskah ke lokasi penyimpanan naskah dan diadakan pengamatan, teknik reproduksi yaitu naskah dipotret dengan kamera digital tanpa menggunakan blitz yang kemudian data ditransfer ke dalam komputer yaitu program Microsoft Office Picture Manager. Tahap selanjutnya, Suluk Ulam Loh ditransliterasi. Teknik analisis data melalui deskripsi naskah, kritik teks, suntingan teks disertai aparat kritik dan terjemahan. Metode edisi kritis atau metode standar (biasa) digunakan dalam metode penyuntingan teks Suluk Ulam Loh. Kemudian dilanjutkan dengan analisis isi. Kajian isi untuk mengungkapkan ajaran kesempurnaan hidup (manunggaling kawula Gusti) yang terkandung di dalam teks Suluk Ulam Loh Simpulan penelitian ini adalah (1) SUL koleksi Perpustakaan Sasana Pustaka Kraton Surakarta dengan nomor katalog KS 513.1 214 Na SMP 154/3 merupakan naskah tunggal. Dalam naskah ini ditemukan kesalahan-kesalahan tulis yang meliputi lacuna 21 (dua puluh satu) kesalahan, adisi 5 (lima) kesalahan, hipercorect 14 (empat belas) kesalahan, dan ketidakkonsistenan penulisan tanda baca, huruf maupun pemberian nama tokoh 16 (enam belas) kesalahan. Setelah diteliti melalui cara kerja filologi mulai dari deskripsi naskah, kritik teks, aparat kritik, transliterasi, maka suntingan teks Suluk Ulam Loh yang disajikan dalam penelitian ini merupakan teks yang bersih dari kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (2) Suluk Ulam Loh adalah karya sastra suluk yang berisi ajaran agama Islam. Ajaran yang terkandung di dalamnya merupakan ajaran-ajaran kesempurnaan hidup untuk mencapai makrifat manunggaling kawula Gusti agar didapatkan suatu ketentraman; sehingga manusia mampu menunjukan bahwa dirinya telah hidup dengan sebenarnya. Manusia memerlukan beberapa tahap untuk mencapainya, yaitu melalui tahap syari’at, tarekat, hakikat dan makrifat. Adapun konsep manunggaling kawula Gusti yang terdapat dalam naskah SUL menganut paham wihdatul sy-syuhud, artinya masih mempertahankan konsep dualisme yang membedakan secara fundamental antara kawula ‘hamba’ dan Gusti ‘Tuhan’. Ajaran luhur tersebut disampaikan melalui simbolisasi percakapan empat tokoh ikan di dalam gelas yang mempunyai masing-masing nama menarik, yaitu Dyan Kok Mérah, Manik Jamaprah, Manik Sondèr dan Kok Wungu (Kok Bongkok).
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
LILIS LESTARI0216.JPG
1.HALAMAN JUDUL.pdf
2.BAB I.pdf
3.BAB II.pdf
4.BAB III.pdf
5.BAB IV.pdf
6.BAB V.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Imam Sutarjo, M.Hum
2. Dra. Endang Tri Winarni, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa