Penulis Utama : Riza Arum Anugraheni
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.3610082
Tahun : 2013
Judul : Prosedur Penagihan KreditPada PT. BPR Nguter Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Prog. DIII Keuangan dan Perbankan-F.3610082-20132
Subyek : PENAGIHAN KREDIT
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Pengalaman adanya kredit macet akhir – akhir ini, telah memacu kalangan perbankan untuk bekerja lebih berhati – hati dalam mengukur alokasi dana kredit. Karena kegiatan perkreditan berpengaruh pada tingkat kesehatan bank. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja penyebab bank melakukan penagihan kredit pada nasabah serta bagaimana prosedur penagihan kredit yang dilakukan oleh PT. BPR Nguter Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif, yaitu mengambarkan secara lengkap prosedur penagihan kredit pada PT. BPR Nguter Surakarta. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan melakukan wawancara dan mengamatan secara langsung mengenai prosedur penagihan kredit pada PT. BPR Nguter Surakarta dan. Data sekunder yaitu dengan menggunakan studi kepustakaan dan referensi dari buku – buku yang berkaitan dengan penelitian. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara secara langsung serta studi kepustakaan pada PT. BPR Nguter Surakarta. Upaya menyelesaikan kredit bermasalah bahkan macet, maka bank melakukan penagihan kredit. Penyebab bank melakukan penagihan karena nasabah terlambat dalam membayar kredit tiap bulannya. Prosedur penagihan kredit macet pada nasabah dimulai dari admin kredit, dibuat jadwal sesuai tanggal jatuh tempo, kemudian membuat aplikasi surat tagihan, cek kembali apakah ada pembayaran dari nasabah atau tidak. Apabila tidak ada,segera serahkan surat tagihan kepada petugas penagih sesuai wilayahnya tetapi catatkan terlebih dahulu didalam daftar keberangkatan per petugas penagih. Surat tagihan kemudian diotorisasi oleh Admin dan Kasie bagian collection. Selanjutnya, segera bagikan surat tagihan pada nasabah. Petugas penagih diberi waktu 1 minggu 2 kali untuk memberi informasi tentang kredit nasabah. Dalam penyelesaiannya untuk kendaraan roda dua atau empat diberikan waktu 2 minggu untuk penarikan jaminan. Sedangkan untuk saham segera diterbitkan somasi 1 sampai 3 dan segera masuk Balai Lelang sesuai ketentuan yang berlaku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya penagihan merupakan langkah yang dilakukan PT. BPR Nguter Surakarta untuk memperoleh pembayaran kredit dari nasabah. Maka dari itu perlu dilakukan penilaian atau analisa kredit nasabah secara benar dan jelas sehingga dapat meminimalisir risiko kredit macet. Sedangkan prosedur penagihan kredit sudah dilakukan dengan baik oleh PT. BPR Nguter Surakarta,tetapi alangkah baiknya jika dalam penyelesaian kredit dilaksanakan secara kekeluargaan sebelum diselesaikan melalui jalur hukum.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis