Penulis Utama : Anita Widyasari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Analisis kinerja sektor perbankan di Indonesia sebelum dan sesudah merger ( pada Bank Umum Nasional yang merger antara tahun 1997-2003 )
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2007
Kolasi : xiii, 147 hal.
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Manajemen-F.0203032-2007
Subyek : BANK DAN PERBANKAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan sektor perbankan di Indonesia sebelum merger, kinerja keuangan sektor perbankan di Indonesia setelah merger, dan perbedaan kinerja keuangan sektor perbankan di Indonesia antara sebelum dan sesudah merger yang diproksikan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Rasio biaya operasional (BOPO), Net Profit Margin (NPM) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) pada bank umum nasional di Indonesia yang melakukan merger antara tahun 1997 sampai tahun 2003. Penelitian ini merupakan penelitian yang membandingkan kinerja keuangan sebelum dan setelah merger. Populasi penelitian adalah semua bank umum nasional di Indonesia yang melakukan merger antara tahun 1997 sampai tahun 2003. Sampel yang diambil adalah 21 perusahaan perbankan. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio dan uji beda dengan menggunakan alat analisis Wilcoxon Signed Ranks Test. Analisis rasio adalah alat yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara satu data finansial dengan data finansial lainnya. Wilcoxon Signed Ranks Test adalah alat analisis yang berguna untuk mengevaluasi perlakuan tertentu pada dua pengamatan. Berdasarkan hasil analisis rasio yang menguji kinerja keuangan sektor perbankan pada periode sebelum merger dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan sektor perbankan 1 tahun sebelum merger dapat dikatakan buruk. Hal ini bisa dilihat dari ROA, ROE, BOPO, NPM dan CAR yang buruk, sedangkan LDR memiliki nilai yang baik. Untuk 2 tahun sebelum merger dapat dikatakan buruk. Hal ini bisa dilihat dari ROA, BOPO, NPM dan CAR yang buruk, sedangkan LDR dan ROE memiliki nilai yang baik. Berdasarkan hasil analisis rasio yang menguji kinerja keuangan sektor perbankan pada periode setelah merger dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan sektor perbankan 1 tahun setelah merger dapat dikatakan buruk. Hal ini bisa dilihat dari ROA, ROE, BOPO dan NPM yang buruk, sedangkan LDR dan CAR memiliki nilai yang baik. Untuk 2 tahun setelah merger dapat dikatakan buruk. Hal ini bisa dilihat dari ROA, ROE, BOPO dan NPM yang buruk, sedangkan LDR dan CAR memiliki nilai yang baik. Walaupun periode 1 tahun dan 2 tahun setelah merger masih berada dalam kinerja yang buruk tetapi sudah mengalami peningkatan kinerja dari pada periode sebelum merger. Sedangkan berdasarkan hasil analisis Wilcoxon Signed Ranks Test yang menguji perbedaan kinerja keuangan sektor perbankan di Indonesia sebelum dan sesudah merger dapat disimpulkan bahwa tidak tedapat perbedaan yang signifikan antara kinerja perbankan di Indonesia sebelum dan sesudah merger apabila diukur dengan indikator rasio keuangan yaitu LDR, ROA, ROE, BOPO, NPM dan CAR pada periode t-2 dan t+1, t-2 dan t+2, t-1 dan t+1 dan t-1 dan t+2 kecuali pada LDR periode t-1 dan t+1 dan CAR periode t-1 dan t+2 ditemukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja perbankan di Indonesia sebelum dan sesudah merger.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Atmadji, MM
Catatan Umum : 6566/2007
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis