Penulis Utama : Rizky Rosiana Manthika
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : I.8710037
Tahun : 2013
Judul : Pengolahan Limbah Cair Batik Dengan Metode Saringan Pasir Melalui Media Pasir Silika, Zeolite, Kerikil Dan Sphagnum Mossdi Kelurahan Laweyan Dan Sondakan
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Prog. D III Teknik Sipil-I.8710037-2013
Subyek : SPAGHNUM MOSS
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Industri batik di kota Solo merupakan industri yang cukup berkembang dalam menunjang perekonomian masyarakat disekitarnya. Produksi batik di kota Solo terdapat di Kelurahan Sondakan dan Laweyan, namun tidak semua proses pembuatan batik dari awal pembuatan sampai akhir pembuatan dilakukan pada pabrik / home industri tersebut. Salah satunya di daerah Pajang, Surakarta terdapat usaha unit pencucian kain batik dari Kelurahan Laweyan dan Sondakan. Dari hasil pencucian air limbah tersebut jika langsung dibuang ke sungai maka akan mengakibatkan gangguan terhadap lingkungan maupun kesehatan. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan air limbah. Salah satunya dengan metode penyaringan atau filtration. Konsep penyaringan limbah cair dengan metode saringan pasir sudah banyak dilakukan dengan berbagai media, mulai dari menggunakan bahan alami hingga penambahan media kimiawi sebagai media filternya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah saringan pasir cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses pengolahan limbah dengan memanfaatkan salah satu tanaman lumut jenis sphagnum yang mampu menyamarkan kadar warna dan mengurangi kadar logam serta kandungan bahan berbahaya dari limbah cair batik tersebut . Pengambilan bahan uji yang dilakukan adalah pada usaha proses pencucian batik dari sentra batik Laweyan dan Sondakan.Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang sederhana dan mudah. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Teknik Penyehatan Fakultas Teknik UNS didapatkan bahwa moss sebagai media penyaring dinilai kurang efektif untuk menyamarkan warna dan kekeruhan dan dari hasil analisis UPT Dinas Kesehatan Surakarta menunjukkan bahwa bahan uji dengan hasil analisis BOD 12,97 mg/L, bahan uji 1 BOD 1,89 mg/L, bahan uji 2 BOD 15,76 mg/L dengan kadar maksimum 60 mg/L, maka BOD tertinggi terdapat pada baha uji 2 namun masih dibawah kadar maksimum yang diperbolehkan. Sedangkan COD bahan uji aslidengan hasil analisis370, 4 mg/L, bahan uji 1 166,68 mg/L, COD bahan uji 2 dengan hasil analisis 143,99 mg/L,dari ketiga bahan uji hasil tertinggi terdapat pada bahan uji asli 370,4 mg/L melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan yaitu 150 mg/L.Kemudian Khromium ( Cr ) total 0,01 pada bahan uji asli, 0,07 analisis pada bahan uji 1 dan 0,01 pada analisis bahan uji 2, dari ketiga bahan uji didapatkan bahan uji 1 yang tertinggi diantara ketiganya dengan kadar maksimum yang diperbolehkan 1,0 dan pH pada bahan uji asli 8,86, bahan uji 1 dengan hasil analisis 7,92 dan bahan uji 2 dengan hasil analisis 7,74. Dari ketiga bahan uji didapatkan hasil teringgi yaitu bahan uji asli 8,86 dengan kadar maksimum yang diperbolehkan antara 6,0 – 9,0.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0003.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik