Penulis Utama : Janu Saptono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Analisis pengukuran kinerja perusahaan dengan pendekatan value based management : economic value added dan market value added
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0299063-2004
Subyek : MANAJEMEN PEMASARAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Pengukuran kinerja dapat digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan juga dapat digunakan dalam menyusun laporan imbalan dalam perusahaan. Diperlukannya suatu alat ukur yang menunjukkan prestasi manajemen sebenarnya dengan tujuan mendorong aktivitas atau strategi yang menambah nilai ekonomis (Value Added Activities, dalam hal ini adalah Konsep Value Based Management) yaitu Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menjelaskan kondisi perkembangan kinerja perusahaan manufaktur dari tingkat EVA dan MVA, mencoba mengetahui apakah proses penciptaan nilai bagi perusahaan telah terjadi atau belum dan dari kedua ukuran kinerja diatas (EVA dan MVA) apakah memberikan hasil yang sama dan mana yang lebih baik sebagai dasar keputusan investasi. Untuk itu digunakan analisis deskriptif dari tingkat EVA dan MVA guna menjelaskan kondisi dan perkembangan kinerja perusahan. Uji beda dua rata-rata untuk memperbandingkan EVA dan MVA. Statistik deskriptif untuk mencari Standar deviasi dan Koefisien Variasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diduga bahwa kinerja perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ secara umum mempunyai kinerja baik dilihat dari tingkat MVA dan EVA. Hipotesis yang kedua diduga bahwa telah terjadi proses penciptaan nilai bagi perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, hubungannya dengan meningkatkan kekayaan pemegang saham. Hipotesis ketiga diduga bahwa tidak terdapat perbedaan terhadap hasil pengukuran kinerja EVA maupun MVA. Hipotesis terakhir diduga ukuran kinerja EVA adalah lebih baik dibandingkan dengan ukuran kinerja MVA sebagai pedoman keputusan investasi di BEJ.

Penelitian ini bersifat explanatory yang bermaksud menjelaskan perkembangan dan kondisi kinerja perusahaan dan melakukan perbandingan antara ukuran kinerja EVA dan MVA.Dari penelitian diperoleh hasil bahwa:

1. Kinerja perusahaan dilihat dari tingkat EVA dan MVA sebagai berikut. Pada tahun1998 tingkat EVA yang dicapai adalah negatif yaitu sebesar Rp –40982,145 juta namun untuk periode selanjutnya EVA mengalami pertumbuhan positif berturut- turut yaitu Rp 25422,492 juta tahun1999 sebesar Rp 45128.798 juta untuk tahun 2000 dan sebesar Rp 131167,264 tahun 2001, untuk periode terakhir sebesar 48482,798 dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan berdasarkan EVA adalah baik karena nilai EVA untuk 4 periode (1999-2002) nilainya positif kinerja perusahaan berdasarkan MVA adalah baik karena selama periode pengamatan nilai MVA adalah positif.

2. Untuk perusahaan manufaktur tahun 1999 suatu pengembalian biaya modal pada FGV Rp 2.092.222.941,3 (FGV99) sama dengan Rp 419.490.699.73. Peningkatan EVA ini menambahkan Rp 41.953.667,79 juta kepada arus kas tahun 1999. Penambahan pada Current Operation Value (COV) sebesar Rp 209.245.225,91 juta. untuk suatu pengembalian total sebesar Rp 251.198.893,70 juta.Sedangkan Proses penciptaan nilai pada tahun 2000 tingkat pengembalian terhadap FGVdan COV sebesar Rp 443.672.144,06 dan Rp 444.365.354,0. Sedangkan pada tahun 2001 sebesar Rp 427.839.816,51 untuk FGV dan sebesar Rp 427.846.662,05 untuk CO. Proses penciptaan nilai berdasarkan tingkat MVA dengan melihat selisih nilai MVAt dengan MVAo atau nilai MVA tahun dasar. Besarnya penciptaan nilai berturut-turut adalah Rp 443076461 untuk tahun 2000, sebesar Rp 445734,989 untuk tahun 2001 dan sebesar Rp 653849826 untuk tahun 2002.

3. Dari hasil uji Paired Sample T Test terhadap hipotesis ketiga dapat disimpulkan bahwa dari tingkat korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara pengukuran kinerja EVA dan MVA. Terhadap keputusan Ho dapat dinyatakan bahwa dari penerimaan terhadap Ho hanya untuk 5 periode yaitu tahun 1999 sampai dengan tahun 2002 Ho diterima maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan terhadap hasil pengukuran kinerja EVA dan MVA.

4. Berdasarkan koefisien variasi yang diperoleh selama periode pengamatan. Secara keseluruhan tingkat koefisien variasi dari EVA dan MVA selama 5 tahun diperoleh hasil bahwa tingkat koefisien variasi MVA adalah lebih rendah selama lima periode tersebut daripada koefisien variasi EVA. Berarti ukuran kinerja MVA adalah lebih baik.

5. Penggunaan terhadap kinerja EVA dan MVA disesuaikan dengan tujuan dan manfaat yang ingin dicapai. Disaat kita ingin mengetahui kinerja manajerial suatu perusahaan maka kinerja EVA akan lebih tepat Ketika investor ingin memakai EVA dan MVA sebagi dasar keputusan investasinya maka dapat digunakan salah satu atau kedua alat ukur tersebut.

Saran yang penulis coba sampaikan adalah investor perlu memahami ukuran kinerja antar keduanya sebagai dasar keputusan investasi di Pasar Modal. Dalam mengukur kinerja perusahaan penelitian ini akan lebih baik menggunakan kinerja MVA. Alat ukur EVA dan MVA dapat digunakan secara bersama atau terpisah. Harapan penulis untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan variabel-variabel diatas bagi peneliti-peneliti lain masih sangat terbuka untuk dilakukan penelitian yang lebih mendalam

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis