Penulis Utama : Nurvina Rahmawati
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : D.0109071
Tahun : 2013
Judul : Collaborative Governancedalam Penanganan Kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Eska) Di Kota Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. ISIP - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Ilmu Asdministrasi-D.0109071-2013
Subyek : COLLABORATIVE GOVERNANCE
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) merupakan permasalahan serius mengingat anak merupakan aset bangsa. Permasalahan ESKA tidak mampu ditangani oleh satu lembaga saja sehingga pemerintah mengajak berbagai lembaga untuk melakukan kolaborasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi yang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, Puskesmas Sangkrah, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kantor Kepolisian Resor Kota Surakarta, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Kepedulian untuk Konsumen Anak (KAKAK) serta untuk mengetahui hambatan kolaborasi. Teori yang digunakan adalah teori ukuran keberhasilan kolaborasi yang dikemukakan oleh DeSeve yang terdiri dari delapan item yaitu jenis struktur jaringan, komitmen terhadap tujuan, saling percaya diantara pelaku, governance, akses terhadap kekuasaan, pembagian akuntabilitas/responsibilitas, berbagi informasi dan akses terhadap sumber daya. Selain itu juga menggunakan teori hambatan kolaborasi yang dikemukakan oleh pemerintah Kanada yang terdiri dari faktor budaya, faktor institusi-institusi dan faktor politik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta dan merupakan penelitian deskriptif dengan dukungan data kualitatif. Data diperoleh dari wawancara secara mendalam serta studi dokumentasi. Penentuan informan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisis interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang dilakukan dalam penanganan ESKA masih belum efektif dikarenakan terdapat item keberhasilan kolaborasi yang belum terpenuhi yaitu dalam pelaksanaan komitmen, kurangnya kepercayaan antar anggota, belum terpenuhinya faktor governance, serta ketersediaan sumber daya yang kurang memadai. Hambatan yang ditemui dalam kolaborasi dalam penelitian ini berasal dari faktor institusi-institusi dan faktor politik. Terkait dengan hal tersebut, peneliti memberi saran agar masing-masing lembaga memaksimalkan peranan, masing-masing lembaga mengedepankan kepentingan kolaborasi, dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP)yang lebih rinci, pemerintah menyediakan dana untuk penjangkauan, menyediakan sarana dan prasarana, serta terdapat penilaian kinerja terhadap masing-masing stakeholder.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
NURVINA RAHMAWATI0241.JPG
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. H. Marsudi, MS
2. Drs. D. Priyo Sudibyo, M. Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP