Penulis Utama : Budi Surya Wijaya
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : K.3209006
Tahun : 2013
Judul : Analisis Struktur Desain Dan Makna Motif Batik Plumpungan Kota Salatiga (Studi Kasus Di Perajin Batik Plumpungan Bapak Bambang Pamulardi Kemiri, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. KIP - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. KIP Jur. Pendidikan Bahasa Dan Seni-K.3209006-2013
Subyek : BATIK PLUMPUNGAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) latar belakang keberadaan batik Plumpungan, (2) struktur desain dan makna motif yang terkandung dalam batik Plumpungan, (3) proses pembuatan batik Plumpungan, (4) jenis produk apa saja yang dihasilkan dari kerajinan batik Plumpungan. Bentuk penelitian ini adalah studi kasus tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan berupa informan, tempat dan peristiwa, arsip dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Validitas data dicapai dengan menggunakan triangulasi data dan review informan. Teknik analisis data yang digunakan interaktif meliputi: reduksi data, display data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) latar belakang berdirinya kerajinan batik Plumpungan berawal dari keinginan mencari identitas busana khas kota Salatiga melalui batik, membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dalam upaya menciptakan sentra kerajianan batik di Salatiga, menggali potensi batik dari sejarah, seni, dan budaya yang ada di Salatiga khususnya prasasti Plumpungan yang merupakan prasasti sejarah yang menjadi tanda hari jadi kota Salatiga. (2) a. Bentuk utama batik Plumpungan adalah bulatan besar dan bulatan kecil yang diciptakan dari bentuk prasasti Plumpungan. Bulatan besar dan bulatan kecil tersebut menjadi ragam hias utama maupun sebagai isen-isen dalam motif batik Plumpungan. Pola pada batik Plumpungan terdiri dari motif geometris, motif non geometris, dan motif benda mati. b. Dalam pemaknaan motif batik Plumpungan yang pertama sebagai pertanda atau tetenger, yang kedua mengikuti alur batik tradisional. Pertanda atau tetenger berarti motif tersebut diciptakan sebagai tanda atau mengenang suatu tempat, peristiwa, maupun tokoh penting yang ada di Salatiga. Sedangkan pemaknaan mengikuti batik tradisional berarti motif tersebut memodifikasi batik-batik tradisional untuk disajikan dalam bentuk batik modern atau kontemporer. (3) Proses pembuatan batik Plumpungan menggunakan teknik batik tulis dan batik cap. (4) Hasil produk batik Plumpungan berupa produk-produk tekstil pada umumnya, yaitu berupa lembaran kain, pakaian pria, pakaian anak, pakaian wanita, selendang sandal batik, dompet batik, gantungan kunci batik, bed cover batik, tas sekolah, tas laptop, dan sebagainya
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0030.JPG
sampul.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Slamet Supriyadi, M. Pd
2. Drs. Margana, M. Sn
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP