Penulis Utama : Fatimah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M.0408060
Tahun : 2013
Judul : Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Talok (Muntingia Calabura) Sebagai Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Terhadap Struktur Histologi Insang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.MIPA - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F.MIPA Jur. Biologi-M.0408060-2013
Subyek : OREOCHROMIS NILOTICUS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Motile Aeromonas Septicemia (MAS) merupakan salah satu jenis penyakit pada ikan nila yang disebabkan oleh bakteri patogen Aeromonas hydrophila. Usaha penanggulangan secara konvensional terhadap penyakit tersebut menggunakan antibiotik dan bahan kimia dapat menyebabkan beberapa dampak negatif di antaranya: resistensi antibiotik, akumulasi dalam tubuh, serta pencemaran lingkungan. Penggunaan senyawa bahan alam yakni ekstrak etanol daun talok telah terbukti mampu menghambat sistem quorum sensing, serta tidak memiliki efek negatif terhadap lingkungan, dan resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum ekstrak etanol daun talok (Muntingia calabura) yang dapat digunakan untuk menurunkan jumlah bakteri dalam air pemeliharaan ikan nila (Oreochromis niloticus), serta mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun talok (Muntingia calabura) terhadap tingkat hidup, tingkah laku, pola makan, dan struktur histologi insang ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan nila direndam dalam air yang telah dicampur bakteri A. hydrophila dengan konsentrasi 1,5x108 koloni/mL dan ekstrak etanol daun talok dengan konsentrasi masing-masing: 140 ppm, 150 ppm, 160 ppm, 170 ppm, dan 180 ppm. Perendaman dilakukan sekali selama 90 menit. Pengamatan tingkah laku ikan dilakukan selama 3 minggu, dan dimulai pada hari pertama setelah perendaman. Pengamatan yang dilakukan, antara lain: pola berenang dan pola makan selama 21 hari. Pengamatan histologi insang ikan dengan mengambil sampel insang ikan mati dan insang ikan yang hidup sebanyak 2 ekor utuk tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun talok yang paling banyak mengurangi jumlah bakteri pada air pemeliharaan adalah dosis 170 ppm. Perlakuan dengan pemberian dosis ekstrak 180 ppm memiliki tingkat kelulushidupan ikan paling tinggi terdapat pada perlakuan dengan. Pada saat perendaman, ikan terlihat stress, ikan sering muncul ke permukaan, berenang tidak teratur, dan kemudiam berdiam didasar. Pada insang ikan terlihat adanya perubahan histologi, yakni terjadi adanya edema, hiperplasia, dan fusi lamela
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
IMAGE0015.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Marti Harini, M.Si
2. Dr. Ratna Setyaningsih, M.Si.,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA