Penulis Utama : Joko Yuliyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Pelaksanaan perintah tembak ditempat terhadap tersangka dalam proses penangkapan oleh Aparat Kepolisian di wilayah kota besar Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Hukum - 2007
Kolasi : XIII,57 hal
Sumber : UNS-F. Hukum Jur. Ilmu Hukum-E.0003212-2007
Subyek : KEPOLISIAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa dasar wewenang seorang petugas dalam melakukan upaya tembak ditempat terhadap tersangka dalam proses penangkapan. Kemudian untuk mengetahui bagaimana prosedur dari pihak Kepolisian dalam upaya tembak ditempat terhadap tersangka dan apa sanksi bagi aparat apabila upaya tembak ditempat tidak sesuai dengan prosdur yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan apabila dilihat dari tujuannya ermasuk peneitian hukum empiris atau doctrinal. Lokasi penelitian di Kepolisian Kota Besar Surakarta (Poltabes Surakarta). Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder.teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara dan penelitian kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dan arsip. Analisis data kualitatif dengan model interaktif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa dasar wewenang pelaksanaan tembak ditempat terhadap tersangka tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri No. Skep/1205/IX/2000, tentang revisi himpunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penyidikan tindak pidana. Selain berdasarkan SK Kapolri pelaksanaan tembak ditempat juga berdasarkan prosedur tetap yang dimiliki oleh pihak Kepolisian sebagai dasar pelaksanaan upaya tembak ditempat terhadap tersangka. Prosedur aparat Kepolisian dalam melakukan upaya tembak ditempat tertuang juga dalam SK Kapolri No. Skep/1205/IX/2000, dalam sub bab penindakan yang terurai dalam tiga tahapan dalam proses penangkapan, yaitu pertimbangan penangkapan, tahapan persiapan dan pelaksanaan penangkapan. Dalam tahapan pelaksanaan penangkapan seorang petugas dapat melakukan upaya tembak ditempat terhadap tersangka, apabila dalam proses penangkapan seorang tersangka melakukan perlawanan yang dapat membahayakan jiwa dari petugas itu sendiri dan masyarakat sekitar. Selain adanya perlawanan seorang tersangka dapat melakukan upaya tembak ditempat apabila tersangka berusaha melarikan diri. Bagi petugas yang melakukan pelanggaran dalam hal ini melanggar kode etik dan melanggar surat perintah penangkapan, maka oknum anggota tersebut dapat dijatuhi sanki sesuai dengan berat ringan pelanggaran yang dilakukan. Implikasi teoritis penelitian ini adalah adanya pemahaman dari masyarakat mengenai pelaksanaan tembak ditempat yang dilakukan oleh pihak Kepolisian sebagai salah satu upaya dalam penangkapan terhadap tersangka disahkan oleh Undang-Undang, akan tetapi harus mematuhi prosedur yang berlaku. Sedangkan implikasi praktisnya adalah hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan tembak ditempat terhadap tersangka oleh aparat Kepolisian
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. EDY HERDYANTO, S.H., M.H.
Catatan Umum : 3114/2007
Fakultas : Fak. Hukum