Penulis Utama : Vita Hermawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Masyarakat tionghoa yogyakarta pada masa pemerintahan sultan Hamengku Buwono IX 1940-1988
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2006
Kolasi : xvi, 136 hal.
Sumber : UNS-FSSR NIM.C0500058
Subyek :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana kehidupan masyarakat Tionghoa Yogyakarta pada masa Pemerintahan Hamengku Buwono IX ? dan (2) Bagaimana bentuk hubungan/interaksi masyarakat Tionghoa dengan Kraton Kasultanan Yogyakarta pada masa Pemerintahan Hamengku Buwono IX? Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kehidupan masyarakat Tionghoa Yogyakarta pada masa Pemerintahan Hamengku Buwono IX dan (2) Untuk mengetahui bentuk hubungan/interaksi masyarakat Tionghoa dengan Kraton Kasultanan Yogyakarta pada masa Pemerintahan Hamengku Buwono IX. Penelitian ini merupakan penelitian historis sehingga langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, heuristik, kritik sumber baik intern maupun ekstern, interpretatif dan historiografi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisa data deskriptif artinya memaparkan suatu fenomena beserta ciri-cirinya secara khusus yang terdapat dalam fenomena itu, dan analisis adalah usaha menganalisa dan menginterpretasikan data-data yang berhubungan dengan topik permasalahan. Studi ini tidak hanya mempermasalahkan apa, dimana, kapan, tetapi lebih jauh lagi juga mempermasalahkan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa dapat terjadi. Dari analisis ini dapat disimpulkan bahwa perjalanan masyarakat Tionghoa di Yogyakarta secara umum hampir sama dengan komunitas Tionghoa di daerah lain, tetapi hal yang istimewa dari keberadaan komunitas Tionghoa Yogyakarta adalah dengan keterlibatan Sultan dalam kehidupan masyarakat Tionghoa Yogyakarta. Hubungan antara komunitas Tionghoa dengan kraton sudah terbentuk sejak masa lampau. Tan Jin Sing yang kemudian mendapat gelar kehormatan sebagai Tumenggung Secodiningrat merupakan contoh dari kerjasama komunitas Tionghoa dengan kraton, adalah tokoh Tionghoa yang turut berperan dalam pengangkatan Pangeran Surojo atau Sultan Raja memperoleh kambali tahtanya sebagai Sultan Hamengku Buwono III. Sampai pada masa kekuasaan Sultan HB IX bentuk hubungan tersebut tetap terjaga, sebagai buktinya adalah pemberian sebuah batu prasasti sebagai ucapan selamat dari masyarakat Tionghoa atas naik tahtanya Sultan HB IX. Dari pihak Kraton bentuk timbal balik diwujudkan dengan kepemimpinan yang bertanggungjawab. Warga Tionghoa mendapat perlindungan, sewaktu kawan seketurunnanya di daerah lain harus menghadapi segala kerusuhan dan penganiayaan, Tionghoa Yogyakarta mendapat perlindungan dari rajanya. Pada saat kedatangan baik tentara Jepang maupun tentara NICA, daerah lain di luar Yogyakarta terjadi banyak penjarahan yang mengorbankan warga Tionghoa, tetapi berkat kesigapan Sultan HB IX dengan segala kharismanya sebagai pemimpin, komunitas Tionghoa di Yogyakarta tidak mengalami nasib serupa
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs.Tunjung W. Sutirto, M. Si
2. Dra. Sri Wahyuningsih, M. Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa