Penulis Utama : Nur Hayati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Penggunaan bahasa jawa oleh pamong desa di desa Pucangan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo (suatu tinjauan sosiolinguistik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0100041-2004
Subyek : BAHASA DAERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif tentang penggunaan bahasa Jawa oleh Pamong Desa di Desa Pucangan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bentuk bahasa Jawa yang digunakan oleh Pamong Desa di Desa Pucangan, fungsi yang terdapat dalam penggunaan bahasa Jawa oleh Pamong Desa di Desa Pucangan, serta faktor yang menentukan penggunaan bahasa Jawa oleh Pamong Desa di Desa Pucangan. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan pendekatan sosiolinguistik.

Data berupa data lisan dan sumber data dari informan. Populasi dalam penelitian adalah semua tuturan bahasa Jawa oleh Pamong Desa di Desa Pucangan yang terjadi dalam lingkungan pemerintahan, pergaulan sehari-hari, kebudayaan. Sampel yang digunakan meliputi delapan interaksi verbal yang diperoleh dari informan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak, dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik Simak Libat Cakap (SLC), teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode distribusional dan metode padan. Adapun metode penyajian hasil analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode informal.

Berdasarkan hasil analisis data penggunaan bahasa Jawa oleh Pamong Desa di Desa Pucangan banyak diwarnai oleh interferensi, alih kode, campur kode. Interferensi terjadi pada tataran fonologis, dan leksikal. Tingkat tutur yang digunakan oleh Pamong Desa di Desa Pucangan adalah ngoko dan krama.

Ragam bahasa Jawa yang digunakan oleh Pamong Desa di Desa Pucangan adalah ragam formal, ragam informal, ragam literer, ragam ringkas, dan ragam lengkap. Ragam informal dapat dilihat dalam bentuk afersis dan sinkope, sedangkan ragam bahasa literer menggunakan bentuk asonansi dan aliterasi. Fungsi bentuk bahasa yang terdapat pada tingkat tutur, interferensi, alih kode, campur kode. Fungsi tingkat tutur ngoko mencerminkan suasana keakraban dan tidak ada jarak antara penutur dan mitra tutur, krama menunjukkan sikap penghormatan antara penutur kepada mitra tutur. Fungsi interferensi menunjukkan tingkat sosial penutur tinggi atau setidaknya sama dengan mitra tutur dan sekedar bergengsi. Fungsi alih kode menunjukkan perubahan situasi pembicaraan. Fungsi campur kode menunjukkan adanya tingkat kesopanan penutur dalam menghormati mitra tutur, pengimbangan bahasa terhadap penuturnya. Faktor-faktor yang menentukan penggunaan bahasa Jawa oleh Pamong Desa di Desa Pucangan
1) penutur, 2) mitra tutur, 3) situasi tutur, 4) tujuan tuturan, dan 5) hal yang dituturkan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dr. Maryono Dwiraharjo, S.U.
2. Dra. Dyah Padmaningsih, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa