Penulis Utama : Supriyanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Perkembangan Partai Politik Di Indonesia Tahun 1971-1977
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2006
Kolasi : xii, 98 hal
Sumber : UNS-FKIP NIM K 4402044
Subyek :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Perkembangan partai politik di Indonesia sebelum fusi partai politik tahun 1973 , (2)Perkembangan partai politik di Indonesia tahun 1971-1977, (3) Pengaruh diberlakukannya fusi partai politik terhadap perkembangan politik di Indonesia Tahun 1977. Penelitian ini menggunakan metode historis. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode historis ada empat tahap kegiatan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber data yang digunakan adalah sumber tertulis yang meliputi surat kabar sejaman, buku-buku dan majalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Analisa data yang digunakan adalah analisa historis yaitu analisa yang mengutamakan ketajaman dalam menginterpretasi fakta sejarah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Kehidupan partai masa demokrasi terpimpin terbentuk berdasar pengalaman pada masa demokrasi parlementer yang terjadi ketidakstabilan politik karena adanya persaingan antara partai politik dalam meraih kekuasaan. Jumlah partai politik masa demokrasi terpimpin surut menjadi sepuluh saja yaitu : PNI, PKI, IPKI, NU, PSII, Partai Katolik, Parkindo, Perti, Murba, Partai Indonesia. PKI menjadi salah satu partai besar dan akhirnya dibubarkan oleh pemerintah setelah peristiwa G 30 S, (2) Dalam rangka menciptakan stabilitas politik masa orde baru pemerintah menyusun rencana fusi partai di Indonesia dengan cara menyederhanakan jumlah partai politik. Rencana fusi mulai dijalankan pada persiapan pemilu 1971, partai politik dikelompokkan menjadi tiga kelompok, kelompok agama (NU, PSII, Perti, Parmusi), kelompok nasionalis (IPKI, PNI, Partai Katolik, Parkindo, Murba) dan yang ketiga golongan fungsional yaitu Golkar. Pemilu 1971 dimenangkan oleh Golkar, yang merupakan organisasi peserta pemilu baru di Indonesia. Pada tahun 1973, partai politik difusikan menjadi dua partai politik dan satu golongan fungsional yaitu PDI, PPP, dan Golkar. PDI merupakan hasil fusi dari kelompok nasionalis, sedangkan PPP merupakan hasil fusi dari kelompok agama. Pasca fusi partai, unsur partai lama yang masuk dalam partai baru masih terdapat perbedaan cara pandang sehingga konflik masih mewarnai partai baru. Lain halnya dengan Golkar, organisasi fungsional ini justru mampu melakukan konsolidasi yang memperkuat kedudukannya, (3) Fusi partai politik tahun 1973 memberikan dampak bagi perkembangan partai politik berikutnya. Golkar memperoleh keuntungan dalam fusi partai, di saat partai-partai lain sedang menyatukan perbedaan, Golkar mampu mempertahankan kedudukannya dengan memenangkan pemilu tahun 1977. Kemenangan Golkar tak lain dan tak bukan adalah adanya dukungan dari pemerintah Indonesia untuk mempertahankan kekuasaan pemerintah orde baru.
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Tri Yunianto, MHum
2. Dra. Sri Wahyuni, MPd
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP