Penulis Utama : Nita Rohmayani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Wacana khotbah Idul Fitri karya Sumarlam (sebuah pendekatan mikro dan makrostruktural)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra UNS - 2004
Kolasi : xv, 149 ha.:
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0100040-2004
Subyek : KHOTBAH IDUL FITRI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang wacana khotbah Idul Fitri berbahasa Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mendeskripsikan wacana khotbah Idul Fitri dengan pendekatan mikro dan makrostruktural. Pendekatan mikrostruktural menitikberatkan pada garis besar susunan wacana tersebut yang meliputi penanda gramatikal, penanda leksikal, dan koherensi. Adapun pendekatan makrostruktural mengkaji konteks yang terdiri dari konteks situasi, konteks sosiokultural dan inferensi.

Sumber data yang digunakan berupa sumber tertulis yang diambil dari teks/ naskah khotbah Idul Fitri karya Sumarlam. Analisis data yang digunakan dengan metode distribusional berupa teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan adalah teknik lesap dan teknik ganti untuk mengetahui peranan penanda kohesi dan koherensi dalam membentuk keutuhan wacana. Metode kedua yang dipakai untuk menganalisis data dalam pendekatan makrostruktural yaitu dengan metode padan. Metode padan ialah metode analisis data yang penentunya di luar, terlepas dan tidak menjadi bagian yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menyimpulkan bahwa penanda kohesi gramatikal yang berperan dalam wacana khotbah karya Sumarlam adalah referensi (pengacuan), substitusi (penyulihan), konjungsi (perangkaian), dan kohesi lesikal berupa repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), antonimi (perlawanan), hiponimi (hubungan atas-bawah), kolokasi (sanding kata), ekuivalensi (kesepadanan). Penanda koherensi yang berperan adalah penanda koherensi yang bermakna penjelasan, pengurutan, pengutamaan, perbandingan dan pertentangan, contoh dan pengelompokan, serta penanda koherensi yang bermakna penyimpulan. Penanda gramatikal yang dominan ialah pengacuan (referensi), khusunya referensi persona pertama dan kedua, substitusi (penyulihan), dan konjungsi yang menyatakan makna penambahan (aditif). Penanda leksikal yang paling dominan adalah repetisi, sinonimi, dan antonimi.

Analisis mengenai konteks terdiri dari konteks situasi yang meliputi konteks fisik yaitu konteks sosial, konteks epistemis, konteks linguistik, konteks sosiokultural dan inferensi. Kehadiran penanda kohesi, koherensi maupun konteks dan inferensi sangat berpengaruh dalam pemahaman wacana.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dr. Sumarlam, M.S.
2. Drs. Y. Suwanto, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa