Penulis Utama : Didik Dwi Suryanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Usulan perbaikan tata letak stasiun kerja pada departemen konstruksi CV. mitra jati mandiri dengan menggunakan metode quadratic assignment problem (QAP)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Industri-I.0302022-2007
Subyek : QUADRATIC ASSIGNMENT PROBLEM
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tata letak stasiun kerja merupakan salah satu variabel penting yang mendukung efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi. CV. Mitra Jati Mandiri adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang indoor furniture. Dari hasil observasi terdapat permasalahan pada aliran proses produksi yang salah satu penyebabnya adalah tata letak stasiun kerja yang kurang baik. Kasus tersebut paling nampak terjadi pada departemen konstruksi. Hal ini ditandai dengan penempatan stasiun kerja yang tidak teratur, space untuk aisle hand pallet terlalu sempit, kapasitas kebutuhan ruang stasiun kerja masih kurang serta sering dijumpai perpotongan aliran material (stride back). Kondisi tersebut berpengaruh pada kelancaran proses produksi dan jarak material handling yang dihasilkan. Untuk itu perlu dibuat perbaikan tata letak stasiun kerja sehingga dapat meminimalkan jarak material handling. Pada penelitian ini digunakan model Quadratic Assignment Problem (QAP) yang menggunakan prinsip kerja improvement heuristic. Dibanding model sejenis, model QAP dapat menghasilkan output stasiun kerja dengan tidak merubah dimensi stasiun kerja awal dan waktu proses pencarian solusi optimal yang relatif lebih singkat. Prosedur perbaikan tata letak dimulai dari pengelompokan stasiun kerja berdasarkan konsep process layout. Langkah berikutnya berupa perancangan initial layout usulan yang didasarkan pada derajat kedekatan antar stasiun kerja.Terdapat tiga layout yang diusulkan dalam penelitian ini. Dengan model QAP initial layout tersebut dilakukan perbaikan dengan melakukan pertukaran berpasangan posisi stasiun kerja (pairwise interchange). Hasil yang didapat adalah susunan tata letak stasiun kerja baru yang menghasilkan jarak material handling yang lebih kecil dari tata letak sebelumnya. Susunan layout yang diperoleh dilakukan modifikasi dengan memperhitungkan aisle untuk hand pallet dan operator. Layout usulan yang ada selanjutnya dilakukan perhitungan jarak material handling sebagai kriteria dalam pemilihan layout. Dari output ketiga layout usulan didapatkan hasil bahwa layout usulan II sebagai layout usulan terbaik ditinjau dari jarak material handling dan tingkat produksi famili produk yang diproses. Dari segi jarak material handling layout usulan II unggul pada lima famili produk yaitu cabinet, almari, meja, kursi dan mirror, sedangkan dari segi tingkat produksi kelima produk tersebut memiliki tingkat produksi yang paling tinggi dibandingkan famili produk yang lain. Disamping itu layout usulan II layak diterapkan untuk seluruh famili produk ditandai dengan jarak material handling yang lebih kecil dibandingkan layout awal. Tingkat efisiensi yang dihasilkan oleh penerapan layout usulan berupa pengurangan jarak material handling untuk seluruh famili produk yaitu cabinet =32,89 %, almari = 17,08 %, meja = 4,54 %, kursi = 2,75 %, bed = 21,07 %, selambu = 13,92 % dan mirror = 28,40 %. Kata Kunci : layout, QAP, improvement heuristic, jarak material handling, initial layout, solusi optimal, aisle, famili produk, efisiensi Sebelas Maret University.Work station layout is one of the important variable which support efficiency and activity effectiveness in production flow. CV Mitra Jati Mandiri is one of the peripatetic company in the field of indoor furniture. From observation result is founded problems at production process flow which one of the theirs were caused by disorder work station layout. Those cases most look happened at construction department. This matter was marked with the disorder work station layout, space for the aisle of hand pallet too narrow, capacities of requirement of work station room also still less and was often met the intersection of material flow (stride back). Those condition influences to production process and material handling distance. Therefore It was needed to improve work station layout so it can minimize material handling distance. At this research is used model of Quadratic Assignment Problem (QAP) that using work principle of the improvement heuristic. Compared with same kinds model, QAP model can get result work station output without change of work station dimension and time process of searching optimal solution is briefer relative. The procedures of improvement layout started from subdividing work station based on process layout concept. Next step is in the form of design of initial layout proposal which is based on degree of contiguity against work stations. There are three layout proposed in this research. With QAP model the initial layout conducted the repair by doing form a pair transfer of work station position (pairwise interchange). Result got is new formation of work station layout which yielding distance of material handling which is smaller than previous layout. Layout formation obtained was done by modification by reckoning aisle for the hand of pallet and operator. Existing Layout proposal hereinafter was done a calculation of material handling distance as the criterion in election layout. From the three output of layout proposal got result that layout of second proposal as best layout proposal observed from material handling distance and family product production process level. From aspect of distance material handling, layout of proposal II superior at five family product that are cabinet, cupboard, desk, chair and bed, while from aspect of production level, the five products have the highest production level compared to other family product. Beside that layout proposal II is feasible to be applicated at all family product with the smaller material handling distance compared to early layout. Efficiency level resulted by applying layout proposal is reduction of material handling distance for all family products that are cabinet = 32,89 %, cupboard = 17,08 %, desk = 4,54 %, chair = 2,75 %, bed 21,07%, wood screen = 13,92 % and mirror =28,40 %. Keyword : layout, QAP, improvement heuristic, material handling distance, initial layout, optimal solution, aisle, family product, efficiency.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.doc
BAB II.doc
BAB III.doc
BAB IV.doc
BAB V.doc
BAB VI.doc
DAFTAR PUSTAKA.doc
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Yuniaristanto, ST, MT
2. Bambang Suhardi, ST, MT
Catatan Umum : 3252/2007
Fakultas : Fak. Teknik