Penulis Utama : Stephanie Kurnia Trihapsari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Novel momoye mereka memanggilku karya Eka Hindra dan Koichi Kimura : tinjauan sosiologi sastra
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Sastra Indonesia-C.0204061-2009
Subyek : SOSIOLOGI SASTRA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini (1) masalah sosial Jugun Ianfu di Indonesia semasa penjajahan Jepang, (2) masalah sosial Jugun Ianfu di Indonesia pascapenjajahan Jepang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan masalah sosial yang muncul dalam kisah Jugun Ianfu di Indonesia semasa penjajahan Jepang dalam novel M3, (2) mendeskripsikan masalah sosial yang muncul dalam kisah Jugun Ianfu di Indonesia pascapenjajahan Jepang dalam novel M3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Data penelitian ini adalah data deskriptif kualitatif berbentuk kata-kata dan kalimat-kalimat yang terdapat dalam novel Momoye Mereka Memanggilku karya Eka Hindra dan Koichi Kimura, penerbit Esensi, cetakan I tahun 2007. Sumber data penelitian ini adalah novel Momoye Mereka Memanggilku karya Eka Hindra dan Koichi Kimura, penerbit Esensi, cetakan I tahun 2007, jumlah halaman 314. Data diperoleh dengan menggunakan teknik studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu memilih, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dari analisis data dapat ditarik simpulan bahwa adanya Jugun Ianfu pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, menggambarkan adanya suatu dokumen sosial dalam kehidupan masyarakat. Peristiwa yang telah dialami oleh para Jugun Ianfu semasa penjajahan Jepang dan pascapenjajahan Jepang menggambarkan adanya penindasan dan kurangnya tanggung jawab yang dilakukan oleh pihak Jepang. Perjuangan para Jugun Ianfu dalam mencari hak yang belum mereka dapatkan pada masa penjajahan Jepang, belum selesai hingga sekarang. Jepang sebenarnya telah memiliki etika baik untuk memberikan ganti rugi sebagai permintaan maaf akan penindasan yang telah mereka lakukan terhadap para Jugun Ianfu. Namun pemerintah Indonesia sendiri kurang memberikan tanggapan baik sehingga para mantan Jugun Ianfu tidak pernah menerima sedikitpun ganti rugi yang telah diberikan oleh pihak Jepang. Hal itu menyebabkan pihak Jepang selalu dipandang buruk dan dianggap kurang bertanggung jawab. Sampai sekarang, tidak ada perkembangan yang jelas mengenai kasus Jugun Ianfu sebab pemerintah Indonesia sendiri tidak memberikan respon yang baik dan para mantan Jugun Ianfu satu persatu telah meninggal dunia karena usia lanjut.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Microsoft Word - Bab 1.pdf
Microsoft Word - Bab 2.pdf
Microsoft Word - Bab 3.pdf
Microsoft Word - Bab 4.pdf
Microsoft Word - Bab 5.pdf
Microsoft Word - Daftar Pustaka.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Murtini, M.S
Catatan Umum : 6926/2007
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa