Penulis Utama : Pardono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2008
Judul : Aplikasi Pupuk Hijau Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia Pada Pergiliran Tanaman Sayuran Daun di Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali
Edisi :
Imprint : Surakarta - FP - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS- FP Prog. Studi Agronomi- NIP 131281868
Subyek : AGRONOMI
Jenis Dokumen :
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian laboratorium dalam pemanfaatan C.odorata dan T.diversifolia memberi pengaruh yang baik terhadap perbaikan sifat tanah dan tanaman, namun aplikasi di lapangan belum dilakukan sehingga diperlukan penelitian. Penelitian dirancang secara fixed, dilakukan dalam tiga tahap yaitu survey, laboratorium, dan lapangan. Tujuannya untuk (1) Mengetahui potensi sayuran daun dan penggunaan pupuk serta tingkat pengenalan petani terhadap C.odorata dan T.diversifolia, (2) Mendapatkan bentuk C.odorata dan T.diversifolia yang mempunyai laju dekomposisi tercepat, dan (3) Mendapatkan teknik aplikasi yang tepat di lapangan guna memperoleh efek yang lebih baik bagi sayuran daun. Metode survey ditujukan kepada 30 responden. Laju dekomposisi dilakukan dengan metode inkubasi. Perlakuan aplikasi meliputi macam pupuk, frekuensi pemupukan, dan periode tanam. Jenis dan pergiliran sayuran daun terdiri dari sawi, kangkung, dan bayam. Rancangan perlakuan disusun secara factorial (fix), sedangkan rancangan lingkungan menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan 3 (tiga) ulangan. Berdasarkan hasil survey bahwa Sobokerto merupakan daerah sentra produksi sayuran daun, sebanyak 7 (tujuh) jenis diantaranya kangkung, sawi, dan bayam sebagai sayuran potensial. Secaran umum, petani yang terhimpun dalam kelompok tani telah menerapkan teknologi sesuai anjuran tetapi aspek pemupukan organik baru mencapai 16.7%. Penggunaan pupuk organik telah dilakukan tetapi tidak berkembang karena sebagian besar bersumber dari pupuk kandang hasil sampingan berternak yang jumlahnya terbatas. C.odorata dan T.diversifolia diyakini dapat dimanfaatkan untuk pupuk. Kandungan C/N bahan segar masing-masing 20.05 dan 18.69. Uji dekomposisi selama 21 hari dengan perubahan bentuk dapat menurunkan C/N hingga dibawah 10. Laju dekomposisi tercepat pada C.odorata adalah bentuk serbuk, sedangkan pada T.diversifolia adalah bentuk potongan segar. Meskipun demikian kandungan N total tertinggi keduanya dicapai dalam bentuk serbuk. C.odorata dan T.diversifolia mempunyai efek yang relatif stabil pada pertumbuhan ketiga sayuran yang diteliti dari pada kotoran sapi, urea, dan tanpa dipupuk. Frekuensi pemupukan mempunyai efek bervariasi pada variable LAR dan RGR. Meskipun demikian terdapat kecenderungan frekuensi 1-0-0 berpengaruh nyata pada LAR dan tidak nyata pada RGR dibanding 1-1-1 dan 1-1-0. Periode tanam pertama dengan frekuensi 1-1-1 mempunyai efek lebih tinggi pada bobot biomas dibanding periode tanam kedua pada semua jenis sayuran yang diteliti. Residu pupuk dengan frekuensi 1-1-1 meningkatkan serapan N sampai batas 3 (tiga) kali pemberian dan menurun pada aplikasi ke 4 (empat). Residu pertama atas satu kali pemberian pupuk organik berdampak lebih tinggi pada bobot kering biomas dibanding residu kedua maupun residu pertama atas dua kali pemberian.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian