Penulis Utama : Arif Usman
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Analisis efisiensi faktor-faktor produksi industri penyulingan minyak kayu putih (malaleuce leucadendron) di KPH (kesatuan pemangkauan hutan) Gundih Perum Pehutani Unt I Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian UNS - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian NIM.H1302022-2004
Subyek : MINYAK KAYU PUTIH-INDUSTRI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang penggunaan faktor-faktor produksi (daun minyak kayu putih, bahan baker briket, dan tenaga kerja) dalam proses produksi pabrik penyulingan minyak kayu putih di KPH Gundih, serta untuk mengetahui apakah proses produksi di pabrik penyulingan minyak kayu putih sudah berada pada tingkat efisien ekonomi.

Penelitian ini dilakukan dengan metode dasar deskriptif dengan teknis pelaksanaan pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan pencatatan terhadap data primer maupun sekunder. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling) dengan dasar pertimbangan bahwa Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih di KPH Gundih adalah pabrik penyulingan minyak kayu putih terbesar di Jawa yang dimiliki Perum Perhutani, yang memiliki 8 ketel daun dengan kapasitas terpasang masing-masing ketel sebesar 1,1 ton daun kayu putih disusul kemudian KPH Madiun dengan 6 ketel daun dengan kapasitas terpasang yang sama untuk masing-masing ketel daun.

Hasil penelitian menunjukkan harga daun kayu putih sebesar Rp.206,00 per kilogram, harga bahan baker briket sebesar Rp.165,00 per ikat dan harga tenaga kerja sebesar Rp.22.199,00 per HOK. Dari hasil analisis regresi didapatkan koefisien regresi masing-masing faktor produksi minyak kayu putih (daun minyak kayu putih, bahan baker briket, dan tenaga kerja) secara berturut-turut adalah 0,94, 0,34, dan -0,179. ini berarti penggunaan faktor produksi daun kayu putih dan bahan bakar briker sudah dalam keadaan efisien teknis tetapi belum efisien ekonomis, sedang penggunaan tenaga kerja menunjukkan penggunaan yang berlebihan. Berdasarkan penjumlahan dari ketiga faktor produksi didapatkan koefisien regresi total sebesar 1,092 yang berarti tahap produksi masih dalam daerah I (increasing rete). Berdasarkan analisis efisiensi ekonomis/ harga didapat nilai IE masing-masing faktor produksi (daun minyak kayu putih, bahan baker briket, dan tenaga kerja) secara berturut-turut adalah 3,256474, 17.023751, dan -2.829637. Ini berarti untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan faktor produksi daun kayu putih dan bahan baker briket perlu ditingkatkan dan penggunaan tenaga kerja perlu dikurangi. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan faktor produksi daun kayu putih dan tenaga kerja dapat dilakukan penambahan daun yang disuling dengan cara menambah luas areal petik, dan meningkatkan produktifitas lahan, hal ini akan dapat mengoptimalkan kapasitas ketel daun sehingga tenaga kerja dapat bekerja secara efisien. Diperlukan pendekatan lain dan penelitian lanjutan untuk bisa menentukan besarnya tingkat penggunaan masing-masing faktor produksi agar proses produksi berada pada tahap yang optimal.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Ir.Surahman,MS
2. Setyowati,SP.MP
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian