Penulis Utama : Resti Fauriana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2009
Judul : Citra politisi lokal dalam iklan politik {analisis wacana citra Mardjoko – Husein (Marhein) dalam iklan politik di Banyumas Televisi (BMTV) pada pilkada Banyumas tahun 2008}
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Ilmu Komunikasi-D.0204099-2009
Subyek : IKLAN POLITIK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Iklan adalah salah satu bentuk pemasaran yang dirasa cukup efektif untuk penjualan produk. Sama artinya dengan iklan politik. iklan komersil lebih bertujuan menjual produk, sedangkan dalam iklan politik menjual partai atau kandidat kepada pemilih. Untuk itu, sangat penting untuk membedakan antara propaganda dan pemasaran politik yang membangun karakter iklan politik. Baru pada tahun 2004, ketika Indonesia telah menjalani reformasi bidang pemerintahan, terbukalah akses beriklan politik di televisi. Gejala ini pun merambat dalam tingkat lokal, yaitu munculnya iklan-iklan politik yang dilakukan calon-calon kepala daerah yang akan maju dalam ajang pemilihan kepala daerah. Penelitian ini menganalisis iklan kampanye Pilkada pasangan terpilih Mardjoko- Husein. Dengan menggunakan kerangka analisis Teun. A. Van Dijk. Van Dijk memiliki tiga tingkatan analisis. Pertama, untuk mengetahui wacana apa saja yang diangkat dalam iklan kampanye televisi lokal terutama citra diri serta isu-isu lokal yang mempengaruhi pemilih (voters) melalui level teks, kognisi sosial dari pembuat iklan pada level kognisi sosial serta konteks sosiokultural yang berkembang pada masyarakat Indonesia saat ini sebagai level terakhir dalam analisis Van Dijk yaitu Konteks sosial. Hasilnya diketahui bahwa dalam level teks, yang pertama ialah iklan kampanye milik pasangan Mardjoko-Husein berhasil mengangkat isu krisis yang melanda masyarakat Banyumas mengenai lapangan pekerjaan dengan investasi. Kedua, mengkoalisikan pendukung PKB (partai yang secara resmi mengusung mereka) dengan simpatisan PDIP yang notabene terbesar di Banyumas melalui pencitraan Achmad Husein sebagai anak tokoh PDIP. Ketiga, iklan tersebut berhasil mencitrakan Mardjoko sebagai orang yang baik dan bersih. Pada level kognisi sosial diketahui latar belakang pembuat iklan secara implisit mempengaruhi wacana yang berkembang dalam setiap ide pembuatan iklannya. Konteks sosial yang berada dalam masyarakat Indonesia menganggap bahwa iklan kampanye politik menjadi sebuah paradigma budaya populer. Kata Kunci: Citra, Iklan Politik, Kognisi sosial, Sosiokultural.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
mua, new. 8 april 09.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP