Penulis Utama : Riana Wati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Konflik tokoh-tokoh dalam trilogi novel pada-mu aku bersimpuh, biarkan aku jadi milik-mu, dan tempatku di sisi-mu karya gola gong (pendekatan psikologi sastra)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra UNS - 2004
Kolasi : 103 hal.
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0299037-2004
Subyek : CERITA FANTASI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini menganalisis (1) struktur kepribadian tokoh-tokoh dalam trilogi novel PAB, BAJM, dan TDS berdasarkan teori psikoanalisa Sigmund Freud yang menandai hidup psikis dan merupakan sumber dari proses kejiwaan manusia yaitu id, ego dan super ego, (2) konflik tokoh-tokoh dalam trilogi novel PAB, BAJM, dan TDS, (3) mendeskripsikan respon yang diambil tokoh-tokoh dalam menghadapi konflik.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek-aspek psikologi yang berkaitan dengan konflik kejiwaan tokoh Anah, Hakim dan Bashir sebagai tokoh yang menggerakkan cerita dalam trilogi novel PAB, BAJM, dan TDS. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah trilogi novel Pada-Mu Aku Bersimpuh (PAB) tahun 2001, Biarkan Aku Jadi Milik-Mu (BAJM) tahun 2001 dan Tempatku di Sisi-Mu (TDS) tahun 2002.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik simak catat, kemudian teknik pengolahan datanya melalui beberapa tahap yaitu, tahap deskripsi, tahap klasifikasi, tahap analisis, tahap interpretasi data dan tahap evaluasi. Teknik penarikan kesimpulannya menggunakan teknik penarikan kesimpulan induktif.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. Pendekatan psikologi sastra mengkaji dan menelaah karya sastra dengan bantuan ilmu-ilmu psikologi.

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Anah, Hakim, dan Bashir dalam trilogi novel PAB, BAJM, dan TDS menggunakan teori psikoanalisa Sigmund Freud yang menandai hidup psikis dan sumber kejiwaan manusia yakni, id, ego, dan super ego. Simpulan yang bisa diambil dari penelitian ini sebagai berikut.

1. a. Struktur kepribadian tokoh Anah seimbang dengan ego yang selalu lebih dominan sehingga bisa mempersatukan antara id dan super ego. Akibatnya, tokoh Anah mempunyai kepribadian yang baik dan bisa menjaga kestabilan emosinya.

b.Dalam beberapa kejadian, menunjukkan struktur kepribadian tokoh Hakim yang tidak seimbang. Impuls-impuls id-nya lebih mendominasi sehingga menjadikan dia tokoh yang pengecut.

c. Struktur kepribadian tokoh Bashir pada awalnya seimbang. Ego Bashir bisa mengarahkan id dan super ego-nya sehingga dalam beberapa kejadian, Bashir bersikap stabil dan tidak emosi. Namun, ketika sekian lama dia mampu bersikap seperti itu, Bashir mengalami titik balik dengan sebuah kenyataan yang mengecewakan. Id Bashir mendominasi dan membutuhkan pemuasan. Hal tersebut terjadi ketika Bashir menghajar Hakim hingga meninggal dunia.

2. Tokoh Anah mengalami konflik batin saat mengetahui dirinya ternyata anak buangan hasil hubungan gelap seorang pejabat dengan artis cantik. Konflik Anah dengan tokoh Hakim bermula saat dia dijodohkan dengan Hakim yang ternyata sudah mempunyai istri dan anak. Hakim pun berkonflik dengan Anah dan Bashir karena menyembunyikan pernikahan itu. Konflik Anah dengan Bashir terjadi ketika SMU mereka saling mencintai dan harus memendamnya. Konflik Bashir dan Hakim terjadi karena kebohongan Hakim pada Bashir atas pernikahannya sebelum dengan Anah. Hal tersebut memicu emosi Bashir karena Bashir sangat mencintai Anah dan tidak berkenan jika Hakim menyakitinya.

3. Tokoh Anah selalu mengambil respon positif dalam menghadapi konflik-konfliknya. Respon tokoh Hakim berubah-ubah menghadapi konflik yang dialaminya. Saat dipaksa menikah dengan Anah, Hakim merespon positif meskipun sebenarnya dia sudah mempunyai keluarga. Hakim menjadi sosok pengecut karena sebagai orang yang berilmu agama tinggi, tidak layak melakukan hal tersebut. Tokoh Bashir yang cenderung periang, awalnya selalu merespon konfliknya dengan positif. Namun, karena kebohongan Hakim yang membuat Anah tersakiti, Bashir mengambil respon negatif dengan menghajar kakaknya hingga meninggal dunia. Respon selanjutnya setelah kejadian itu, Bashir selalu merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya.

4. Bahwa teori psikologi sastra tentang pengamatan tokoh-tokoh dalam karya sastra dapat memanfaatkan pertolongan pengetahuan psikologi telah sesuai dengan penelitian ini. Psikologi tokoh Anah, Hakim, dan Bashir dapat diteliti dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dr. Bani Sudardi, M. Hum.
2. . Dra. Murtini, M. S.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa