Penulis Utama : Ani Rudiyanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Perbaikan kualitas sliver combing pada proses combing menggunakan metode six sigma dmaic (studi kasus : PT. Adetex Spinning unit I)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Industri-I.0302013-2006
Subyek : SLIVER COMBING
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK PT. ADETEX adalah perusahaan tekstil unit spinning atau pemintalan yang memproduksi benang dalam bentuk cone. Adapun jenis benang yang diproduksi oleh PT. ADETEX Spinning Unit I adalah TC 45S, CVC ITS dan CVC Micro. Keluhan customer terbanyak adalah nomer benang tidak sesuai pesanan dan benang mudah putus pada saat penarikan di proses weaving. Keluhan ini terjadi karena kurang sempurnanya proses combing dalam menghasilkan sliver combing. Untuk mengatasi keluhan customer, perlu dilakukan perbaikan kualitas pada proses combing agar dihasilkan sliver combing dan benang yang berkualitas tinggi. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan kualitas pada proses combing yang menghasilkan produk berupa sliver combing menggunakan metode Six Sigma DMAIC. Perbaikan kualitas pada proses combing dilakukan pada satu karakteristik kritis kualitas (Critical to Quality) sliver combing. CTQ sliver combing didapatkan melalui analisis gap antara rating kepentingan (Customer Importance) dan rating kepuasan (Customer Satisfaction) dan diagram pareto. Kemudian dihitung kemampuan proses combing menggunakan throuhgput yield. Selanjutya dilakukan analisis kemampuan proses combing, mencari penyebab variasi proses combing menggunakan cause effect diagram dan mencari fokus untuk tindakan perbaikan menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA). Setelah itu dilakukan tindakan perbaikan menggunakan metode 5W-1H dan dilakukan tindakan pengendalian terhadap tindakan perbaikan. Hasil pengolahan data memberikan informasi mengenai fokus perbaikan berdasarkan CTQ terpilih yaitu pada CTQ berat sliver combing. Kemampuan proses combing sebesar 3,20 sigma dengan nilai Cpk sebesar 0,141. Selain itu diketahui empat faktor penyebab variasi proses combing yaitu faktor bahan atau material, mesin, kondisi lantai produksi dan operator. Dasar perbaikan yang dilakukan berdasarkan FMEA yaitu perbaikan pada proses sebelum proses combing (proses pre comber dan super lap former), kegiatan maintenance mesin combing yang dilakukan 2x setiap minggu dan briefing antara kepala produksi dengan kepala shift dan dengan operator secara tidak langsung.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Bab 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
Bab 6.pdf
daftar pustaka.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Eko Pujiyanto, Ssi, MT
2. Retno Wulan Damayanti, ST, MT
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik