Penulis Utama : Muhammad Wazir Salahudin
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.0200075
Tahun : 2004
Judul : Analisis pengaruh faktor kepemimpinan, kondisi kerja, dan stress kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. Baja Kurnia Klaten
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Manajemen-F.0200075-2004
Subyek : EKONOMI-MANAJEMEN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor kepemimpinan, kondisi kerja dan stress kerja mempengaruhi kinerja karyawan baik secara parsial maupun secara bersama-sama dan untuk mengetahui faktor manakah yang paling mempengaruhi kinerja karyawan.Berdasarkan tujuan diatas penulis merumuskan beberapa permasalahan yaitu apakah faktor-faktor kepemimpinan, kondisi kerja dan stress kerja mempengaruhi kinerja karyawan baik secara parsial maupun secara bersama-sama dan diantara faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling mempengaruhi kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan dari perumusan masalah tersebut adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor-faktor kepemimpinan, kondisi kerja dan stress kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan, terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor-faktor kepemimpinan, kondisi kerja dan stress kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan, kepemimpinan merupakan faktor yang paling mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus dimana data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 70 responden. Populasi dalam objek penelitian ini adalah karyawan PT. Baja Kurnia Klaten. Sedangkan sampel dalam objek penelitian ini adalah karyawan PT. Baja Kurnia bagian produksi . Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Proporsional Random Sampling yaitu dengan membagi populasi kedalam sub populasi, besarnya sampel setiap sub populasi diambil secara proporsional dengan sub populasi yang lain, sehingga setiap sub populasi dapat terwakili secara proporsional sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, Uji Validitas dan Uji Reliabilitas serta menggunakan analisis kuantitatif melalui Analisis Regresi Linier Berganda, Uji t, Uji F, Uji Koefisien Determinasi (R2), dan Uji Asumsi Klasik. Melalui analisis deskriptif di dapat hasil bahwa karakteristik dari 70 responden yang terdiri dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lama bekerja, dan bagian pekerjaan secara umum bervariasi. Hanya karakteristik jenis kelamin dari responden yang tidak bervariasi karena semuanya berjenis kelamin laki-laki. Dari Uji Validitas diperoleh hasil bahwa semua item pertanyaan mempunyai r-hitung > r-tabel (0,235) sehingga semua item pertanyaan dinyatakan valid. Dari Uji Reliabilitas diperoleh hasil bahwa angka Alpha Cronbach’s dari semua item pertanyaan mendekati 1 sehingga semua item pertanyaan dinyatakan reliabel. Dari analisis kuantitatif melalui analisis Regresi Linier Berganda, diperoleh persamaan regresi Y = - 2,471 + 0,619X1+ 0,808X2 - 0,390X3 . Koefisien regresi variabel kepemimpinan dan kondisi kerja bertanda positif yang mempunyai arti bahwa setiap kenaikan variabel kepemimpinan dan kondisi kerja akan diimbangi pula dengan kenaikan variabel kinerja. Sedangkan koefisien regresi variabel stress kerja bertanda negatif yang mempunyai arti bahwa setiap kenaikan variabel stress kerja akan menurunkan variabel kinerja. Dari Uji t diperoleh hasil bahwa besarnya t hitung untuk faktor kepemimpinan sebesar 6,364, dan kondisi kerja sebesar 4,353, lebih besar dari t tabel (1,98), dan t hitung variabel stress kerja sebesar -4,388, lebih kecil dari -t tabel (-1,98) maka diputuskan Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor-faktor kepemimpinan, kondisi kerja dan stress kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan. Dari Uji F diperoleh hasil bahwa besarnya F hitung (38,992) lebih besar dari F tabel (2,68) maka diputuskan Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor-faktor kepemimpinan, kondisi kerja, dan stress kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Dari hasil Uji t diatas didapat bahwa kepemimpinan mempunyai nilai t hitung yang paling besar diantara faktor lainnya yaitu sebesar 6,364, hal ini berarti bahwa kepemimpinan merupakan faktor yang paling mempengaruhi kinerja karyawan. Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi (R2) diperoleh hasil Adjusted R Square sebesar 0,623 yang berarti bahwa 62,3 % variasi perubahan variabel atau proporsi kinerja karyawan benar-benar dijelaskan oleh variasi perubahan variabel kepemimpinan, kondisi kerja dan stress kerja, sedangkan sisanya yaitu sebesar 37,7 % diterangkan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model. Dari uji asumsi klasik dapat diketahui bahwa persamaan model regresi dalam penelitian ini terbebas dari masalah otokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinieritas. Berdasarkan analisis diatas maka dapat di berikan beberapa saran antara lain pihak perusahaan harus dapat menerapkan strategi yang tepat di dalam kepemimpinan, kondisi kerja dan penanganan stress kerja sehingga dapat memberikan rangsangan pada karyawan dalam upayanya meningkatkan kinerja mereka. Strategi-strategi tersebut antara lain dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan yang dimiliki, mempertahankan atau menambah peralatan dan sarana untuk menunjang kualitas kerja karyawan, lebih memperhatikan keluhan-keluhan karyawan dan disertai dengan pemberian solusi, dan harus dapat menjaga agar hubungan antara karyawan dengan karyawan lain maupun dengan pihak perusahaan tetap berjalan dengan baik, untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
wazir.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Soemarjati,Tj.,MM
Catatan Umum : 2989/2004
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis