Penulis Utama : Kuncoro Adi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M.0402036
Tahun : 2007
Judul : Penggunaan biji kelor (moringa oleifera lamk.) dalam menurunkan kadar pencemar limbah cair industri ciu di sukoharjo
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-FMIPA Jur. Biologi-M0402036-2007
Subyek : BIJI KELOR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Pemanfaatan flokulan dari tanaman seperti M. oleifera Lamk. sangat dianjurkan untuk pemurnian air dalam skala rumah tangga terutama bagi negara-negara berkembang yang sebagian besar warganya sering menggunakan air kotor sebagai bahan air minum. Biji M. oleifera Lamk. mempunyai kemampuan menjadi salah satu koagulan alami yang efektif dalam pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi biji kelor yang optimal dalam menurunkan kadar pencemar limbah cair industri ciu terutama untuk penurunan kadar BOD, COD, TSS, Fe dan penetralan pH. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2006 dengan 3 lokasi pengambilan sampel di desa Ngombakan, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah. Laboratorium pengujian yang digunakan yaitu Laboratorium Pusat MIPA UNS Surakarta. Pada penelitian eksperimental ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama : konsentrasi limbah cair ciu yaitu 25 %, 50 %, 75 % dan 100 % sedangkan faktor kedua : konsentrasi serbuk biji kelor yaitu 20 mg/L, 40 mg/L dan 60 mg/L dengan 3 ulangan setiap perlakuan. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT dengan tingkat signifikasi 5 %. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa parameter pH, BOD, COD, TSS dan Fe limbah cair ciu melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji M. oleifera Lamk. berpengaruh dalam menurunkan kadar pencemar limbah cair ciu. Nilai rata-rata persentase penurunan pH tertinggi sebesar 2,49 % terjadi pada konsentrasi limbah 100 % dengan penambahan serbuk biji kelor 40 mg/L. Untuk BOD, nilai rata-rata persentase penurunan yang tertinggi sebesar 80,85 % terjadi pada konsentrasi limbah 50 % dengan penambahan serbuk biji kelor 60 mg/L. Nilai rata-rata persentase penurunan COD yang tertinggi sebesar 21,13 % terjadi pada konsentrasi limbah 50 % dengan penambahan serbuk biji kelor 40 mg/L. Nilai rata-rata persentase penurunan TSS tertinggi sebesar 82,87 % terjadi pada konsentrasi limbah 25 % dengan penambahan serbuk biji kelor 60 mg/L. Nilai rata-rata persentase penurunan Fe tertinggi sebesar 41,43 % yang terjadi pada konsentrasi limbah 25 % dengan penambahan serbuk biji kelor 40 mg/L.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Wiryanto, M. Si
2. Widya Mudyantini, M. Si
Catatan Umum : 3280/2007
Fakultas : Fak. MIPA