Penulis Utama : Bowo Bangun Nugroho
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0599031
Tahun : 2005
Judul : Pengaruh level protein dalam ransum yang disuplementasi dengan probiotik terhadap kualitas telur ayam petelur
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Produksi Ternak-H.0599031-2005
Subyek : KUALITAS TELUR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu dari Desember 2003 hingga Februari 2004 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum dengan kadar protein yang berbeda yang disuplementasi dengan probiotik terhadap kualitas telur ayam petelur. Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam petelur betina strain Isa Brown berumur 50 minggu sebanyak 120 ekor yang dibagi dalam lima perlakuan dan empat ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas enam ekor ayam, dengan perlakuan yang diujikan adalah: P0 : Ransum dengan protein kasar 17,0% + 1,25 ml probiotik/ kg pakan (kontrol) P1 : Ransum dengan protein kasar 16,5% + 1,25 ml probiotik / kg pakan P2 : Ransum dengan protein kasar 16,0% + 1,25 ml probiotik / kg pakan P3 : Ransum dengan protein kasar 15,5% + 1,25 ml probiotik / kg pakan P4 : Ransum dengan protein kasar 15,0 % + 1,25 ml probiotik /kg pakan Penelitian dilaksanakan selama tiga periode, setiap periode selama 28 hari. Data yang diperoleh diolah dengan Rancangan Acak Lengkap pola searah. Hasil penelitian menunjukkan berat telur yang berbeda tidak nyata, dan nilainya berkisar antara 60,07 – 61,74 g/butir. Indeks kuning telur juga berbeda tidak nyata, dengan nilai antara 0,44 – 0,45. Nilai indeks putih telur antara 0,09 – 0,10, dan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Nilai Haugh Unit berkisar antara 85,75 – 88,94 , berat kerabang antara 6,03 – 6,21 g dan tebal kerabang yang berkisar antara 0,32 mm. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan tingkat protein yang berbeda yang disuplementasi dengan probiotik memberikan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh peubah yang diamati. Pada kadar protein kasar ransum 17% kebutuhan nutrien ayam sudah terpenuhi sehingga produksinya optimal dengan atau tanpa suplementasi probiotik, sedangkan pada kadar protein kasar ransum 15% yang disuplementasi 1,25 ml probiotik/kg pakan nutrien yang terabsorbsi masih mencukupi untuk kebutuhan hidup pokok dan produksi optimal. Kata kunci: Level Protein, Probiotik, Ayam Petelur, Kualitas telur
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Susi Dwi Widyawati, MS.
2. Ir. YBP. Subagyo, MS.
Catatan Umum : 717/2005
Fakultas : Fak. Pertanian