Penulis Utama : Budi Sapardi
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : C.0296018
Tahun : 2003
Judul : Amanat novel asmaraloka karya Danarto (sebuah pendekatan struktural-semiotik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS- FSSR Jur. Sastra Indonesia- C.0296018-2003
Subyek : NOVEL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Asmaraloka dapat dikategorikan ke dalam bentuk novel detektif, bila dicermati melalui lakuan “perburuan” dan insiden misterius yang dilakoni para "hero"-nya. Lakuan dramatik-misterius yang sufistik itu merupakan belitan tanya, suatu nilai estetik yang patut ditelisik latar belakang dan alternatif solusinya. Namun, tidak dapat dinafikan, bahwa kemacetan yang menghambat tindak komunikasi dalam novel yang sarat dengan proses "peperangan" ini begitu dominan, sehingga prinsip intertekstualitas pun berperan serta dalam merukunkan pertentangan makna denotatif-konotatifnya. Maka, penelitian ini diberi judul Amanat Novel Asmaraloka Karya Danarto (Sebuah Pendekatan Struktural-Semiotik). Hal ini dikarenakan berangkat dari suatu asumsi, bahwa setiap karya sastra sudah barang tentu memiliki amanat(message) yang ingin dikomunikasikan, serta memiliki nilai katarsis sebagai pemekar pandangan hidup yang normatif. Dalam penelitian ini, konsentrasi dipusatkan pada: 1) Pendeskripsian unsur intrinsik: alur, perwatakan, latar, dan tema, yang saling berjalin dan membentuk totalitas yang artistik; 2) Pendeskripsian dan perebutan makna dan amanat yang terimplisit di dalam Asmaraloka melalui pendekatan struktural-semiotik. Objek penelitian ini adalah unsur yang membangun novel, khususnya alur, perwatakan, latar, dan tema, serta tanda-tanda atau lambang-lambang yang mendukung proses rekuperasi terhadap makna dan amanat dalam Asmaraloka. Data primernya adalah Asmaraloka, sebuah novel perdana Danarto yang diterbitkan oleh Pustaka Firdaus, Jakarta, tahun 1999 cetakan pertama. Mengacu judul dan persoalannya, maka ancangan yang digunakan adalah pendekatan struktural dan pendekatan semiotik. Metodenya, melibatkan analitik (menganalisis bagian demi bagian), dan genzheit (keseluruhan) yakni menangkap, mempelajari, dan menjelaskan secara keseluruhan. Proses pemecahan masalahnya, melalui tahapan: 1) Pengumpulan data, yakni menggunakan teknik pustaka dan simak-catat; 2) Teknik pengolahan data, yakni data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap deskripsi data, tahap klasifikasi data, tahap analisis data, tahap interpretasi (usaha berperan serta dari dalam dan memahami permainan makna yang mungkin), dan tahap evaluasi. Selain melalui teknik tersebut, modus transaksi amanat yang dikemukakan oleh Roland Barthes memegang kendali kuat dalam proses rekuperasi amanat Asmaraloka. Bahkan, untuk menyelaraskan "nuansa transendensi" yang begitu kuat, diaplikasikanlah metode dialektika dan pengertian mistik. Dalam hal ini, prinsip hipogram ikut pula merukunkan pertentangan makna denotatif dan konotatifnya, guna mewujudkan tataran meaning. Penarikan kesimpulan melalui metode campuran, antara deduktif dan induktif, sehingga diperoleh: 1) Antara alur, perwatakan, latar, dan tema memiliki keterkaitan komplementatif, saling mengindra, bahkan menguntungkan; 2) Berpijak induk persoalan, yaitu perwujudan dunia damai (Asmaraloka), maka amanat yang ditransformasikan melalui novel ini adalah bahwa demokratisasi sangat dibutuhkan dalam suatu masa transisi, bahkan kematangan jiwanya diwujudkan melalui bentuk daya juang, tanggung-jawab, kreatifitas, konsistensi dan komitmen yang tinggi serta prinsip toleransi tersebut menjadi garansi yang sangat mendasar, demi Asmaraloka
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Murtini, M.S
2. Drs. Wiranta, M.S.
Catatan Umum : 117/2003 file rusak
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa