Penulis Utama : Niken Yulianti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F0300058
Tahun : 2004
Judul : Perbandingan metode altman dengan metode camel dalam menilai kebangkrutan perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi-F.0300058-2004
Subyek : EKONOMI-BANK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai perbedaan metode Altman dengan metode CAMEL serta mengetahui metode mana yang lebih baik dalam menilai kebangkrutan perusahaan perbankan. Sehubungan dengan tujuan tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara metode Altman dengan metode CAMEL dan bahwa kedua metode memiliki rata-rata yang sama dalam menilai kebangkrutan perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta. Data dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan kriteria tersebut, terdapat tiga belas perusahaan perbankan yang dapat digunakan sebagai sampel. Data keuangan yang digunakan diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji tanda (sign test), uji jenjang bertanda Wilcoxon (Wilcoxon signed rank test), uji McNemar (McNemar Test) dan uji t untuk dua sampel yang berpasangan (paired sample t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Altman dan metode CAMEL tidak berbeda secara signifikan dalam menilai kebangkrutan perusahaan perbankan. Uji dua sampel berpasangan menunjukkan bahwa walaupun tiap-tiap metode memiliki penilaian yang berbeda, namun pada dasarnya kedua metode memiliki rata-rata yang sama dalam menilai kebangkrutan/kondisi perusahaan perbankan. Dari hasil yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa kedua metode adalah sama atau tidak berbeda dalam menilai kondisi suatu perusahaan perbankan. Walaupun penilaian masing-masing metode berbeda, namun pada dasarnya kedua metode tersebut memiliki rata-rata yang sama. Untuk menentukan metode mana yang lebih tepat, penulis membandingkan penilaian kedua metode dengan kondisi bank yang dinilai oleh Bank Indonesia. Dari perbandingan tersebut, metode Altman lebih tepat dan lebih sesuai dengan penilaian Bank Indonesia.Berdasarkan hasil yang diperoleh, saran yang diajukan untuk penelitian berikutnya adalah memasukkan faktor-faktor ekonomi dan faktor di luar perusahaan sebagai variabel penelitian, memperhatikan pengaruh ukuran perusahaan, dan menggunakan semua rasio yang digunakan dalam analisis CAMEL untuk menilai kondisi bank sebagai salah satu variabel. Kata Kunci : bank, kebangkrutan, metode Altman, metode CAMEL, rasio keuangan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
NIKEN.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : 1312/2004
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis