Penulis Utama : Laela Sinta Arum
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.0296088
Tahun : 2003
Judul : Analisis pengawasan persediaan bahan baku sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi biaya persediaan bahan baku pada perusahaan roti Gayawati Cilacap
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Manajemen-F.0296088-2003
Subyek : EFISIENSI BIAYA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Dalam suatu perusahaan yang melaksanakan pengawasan persediaan bahan baku, adanya efisiensi biaya persediaan bahan baku merupakan langkah penghematan yang sangat berarti bagi perusahaan terutama bila efisiensi tersebut dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan persediaan bahan baku yang dilaksanakan perusahaan, jumlah pembelian bahan baku yang ekonomis, jumlah persediaan besi yang optimal, titik pemesanan kembali yang tepat dan selisih biaya persediaan bahan baku antara kebijaksanaan perusahaan dengan analisis EOQ. Selama ini pelaksanaan pengawasan persediaan bahan baku oleh Perusahaan Roti Gayawati didasarkan pada perkiraan dan kebiasaan yang sudah dilakukan lebih dari 25 tahun, bukan berdasarkan pada perhitungan persediaan yang sistematis. Sehingga hipotesis yang diajukan penulis adalah sebagai berikut: “Pelaksanaan Pengawasan Persediaan Bahan Baku Yang Dilaksanakan Perusahaan Sudah Efisien” Penelitian yang penulis lakukan menggunakan metode atau analisis Economic Order Quantity atau EOQ untuk mengetahui secara lebih tepat pengaturan persediaan bahan baku yaitu berapa jumlah dan frekuensi pemesanan bahan baku yang paling ekonomis. Selain itu penulis juga menggunakan analisis safety stock untuk mengetahui persediaan pengaman dan analisis reorder point atau ROP untuk mengetahui kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali. Penggunaan analisis EOQ dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data persediaan bahan baku pada Perusahaan Roti Gayawati sesuai asumsi penggunaan metode EOQ, diantaranya adalah harga bahan baku per unitnya konstan dalam satu periode, bahan baku yaitu tepung terigu yang dibutuhkan perusahaan selalu tersedia di pasar dan jumlah kebutuhan bahan baku relatif stabil sepanjang tahun. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan data persediaan bahan baku dari tahun 1997 – 2001. Dari hasil analisis yang penulis lakukan dapat diambil kesimpulan yang kemudian dibandingkan dengan hasil kebijaksanaan perusahaan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Berdasar analisis EOQ, pembelian ekonomis untuk bahan baku tepung terigu tahun 1997 sebesar 3283,5 kg, tahun1998 sebesar 3294 kg, tahun 1999 sebesar 3464,5 kg, tahun 2000 sebesar 3623,33 kg dan tahun 2001 sebesar 3453,5 kg. Sementara frekuensi pemesanan tahun 1997 – 2001 masing-masing sebanyak 6 kali setahun. Menurut kebijaksanaan perusahaan, pembelian ekonomis untuk bahan baku tepung terigu tahun 1997 sebesar 1791 kg, tahun 1998 sebesar 1796,73 kg, tahun 1999 sebesar 1732,25 kg, tahun 2000 sebesar 1811,67 kg dan tahun 2001 sebesar 1726,75 kg. Sementara frekuensi pemesanan menurut kebijaksanaan perusahaan pada tahun 1997 dan 1998 masing-masing 11 kali. Sedangkan frekuensi pemesanan pada tahun 1999,2000 dan 2001 masing-masing 12 kali. 2. Menurut hasil analisis persediaan pengaman adalah sebesar 127 kg. Sedangkan menurut kebijaksanaan perusahaan, persediaan pengaman tahun 1997 adalah sebesar 492,53 kg, tahun 1998 sebesar 494,1 kg, tahun 1999 sebesar 519,68 kg, tahun 2000 sebesar 543,5 kg dan tahun 2001 sebesar 518,03 kg. 3. Titik pemesanan kembali (ROP) menurut kebijaksanaan perusahaan adalah sebesar 972,03 kg pada tahun 1997, 973,6 kg pada tahun 1998, 999,18 kg pada tahun 1999, 1023 kg pada tahun 2000 dan 997,53 kg pada tahun 2001. Sedangkan menurut hasil analisis adalah 586,69 kg pada tahun 1997, 588,16 kg pada tahun 1998, 612,03 kg pada tahun 1999, 634,29 kg pada tahun 2000 dan 610,49 kg pada tahun 2001. 4. Dengan menggunakan analisis EOQ terbukti bahwa total biaya persediaan bahan baku dapat lebih ditekan. Bila total biaya persediaan bahan baku menurut EOQ dan kebijaksanaan perusahaan dibandingkan, maka terdapat penghematan pada tahun 1997 sebesar Rp 140.900, tahun 1998 sebesar Rp 194.091,25, tahun 1999 sebesar Rp 265.815,63, tahun 2000 sebesar Rp 277.308,8 dan tahun 2001 sebesar Rp 349.987,5. Dapat disimpulkan bahwa pengawasan persediaan bahan baku yang dilaksanakan perusahaan berdasarkan perkiraan dan kebiasaan ternyata belum efisien, contohnya adalah kebijaksanaan perusahaan mengenai persediaan pengaman sebesar 2,5 % ternyata terlalu besar. Selain itu, adanya penghematan biaya yang cukup besar bila menggunakan analisis EOQ. Penghematan atau efisiensi itu terlihat pada total biaya persediaan bahan baku yang meningkat nilainya dari tahun 1997 sampai tahun 2001. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar pelaksanaan pengawasan persediaan bahan baku pada Perusahaan Roti Gayawati dapat menggunakan metode EOQ.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Atmaji, SE. MM
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis