Penulis Utama : Veronica A S
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2003
Judul : Evaluasi akurasi penentuan harga pokok produksi dengan metode harga pokok pesanan pada PT. Batik Keris Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F3399071-2003
Subyek : HARGA POKOK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Dalam situasi perekonomian negara yang tidak stabil dan adanya persaingan yang cukup ketat diantara perusahaan-perusahaan batik yang ada, PT Batik Keris Surakarta harus mampu menjual produknya dengan baik, dalam arti konsumen mendapatkan produk pada saat yang dibutuhkan dan merasa puas dengan produk tersebut, baik dari segi kualitas maupun harga. Agar perusahaan memperoleh laba yang diinginkan, maka perusahaan harus menetapkan harga jual yang dapat menutup semua biaya produksi dan tetap mendapatkan laba sesuai dengan yang diharapkan dengan cara pengelolaan biaya yang cukup baik. Karena biaya merupakan unsur terpenting dalam penentuan harga pokok produksi, maka semua biaya yang diperhitungkan dalam proses produksi harus dicatat dengan tepat, sistematis dan terperinci. Oleh sebab itu, untuk mengetahui keakuratan penentuan harga pokok produksi pada PT Batik Keris Surakarta, maka judul dalam Tugas Akhir ini adalah “Evaluasi Akurasi Penentuan Harga Pokok Produksi dengan Metode Harga Pokok Pesanan pada PT Batik Keris Surakarta.”

            Dalam Tugas Akhir ini, penulis hanya akan membahas tentang pengumpulan harga pokok produksi dengan metode harga pokok pesanan untuk batik tulis dan cap, yaitu pesanan BKT-401 dari Garuda Indonesia Airways dan pesanan BKT-402 dari PT Djarum Kudus, yang terjadi pada tahun 1998. Dalam menentukan harga pokok produksi dengan metode harga pokok pesanan, biaya-biaya yang terjadi dalam proses produksi dikelompokkan menjadi 3 unsur biaya, yaitu; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Perhitungan biaya bahan baku pada PT Batik Keris Surakarta ditentukan dengan cara mengalikan jumlah bahan yang dipakai dengan harga pokok bahan. PT Batik Keris Surakarta memberikan biaya tenaga kerja langsung berdasarkan biaya yang sesungguhnya dikeluarkan. Khusus karyawan bagian produksi, perusahaan menetapkan sistem upah harian, yaitu sebesar Rp 10.800,00 per hari dan dibayarkan setiap bulan. Biaya overhead pabrik dibebankan kepada setiap pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka. Dalam menentukan tarif biaya overhead pabrik untuk produk pesanan, PT Batik Keris Surakarta menggunakan taksiran prosentase dari biaya bahan baku yang digunakan untuk membuat pesanan tersebut. Tarif pembebanan biaya overhead pabrik untuk batik tulis adalah 65 % dari biaya bahan baku, untuk batik cap adalah 60 % dari biaya bahan baku, serta untuk batik printing adalah 55 %. Dasar pembebanan biaya overhead pabrik untuk setiap produk tersebut kurang tepat, sebab batik tulis dan batik cap bila dilihat dari elemen-elemen biaya overhead pabriknya, yang paling dominan adalah biaya tenaga kerja tidak langsung. Biaya tenaga kerja tidak langsung berhubungan dengan biaya tenaga kerja langsung sehingga seharusnya tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung. Kurang tepatnya pemilihan dasar pembebanan untuk tarif biaya overhead pabrik akan berpengaruh dalam penentuan harga pokok produksi suatu produk. Untuk perlakuan biaya karena adanya produk rusak dan produk cacat, PT Batik Keris Surakarta telah mempunyai suatu kebijakan yang disepakati oleh pihak pemesan pada awal proses pemesanan. Pesanan yang dimasukkan ke dalam proses produksi oleh PT Batik Keris Surakarta sebesar 100 % dari jumlah pesanan ditambah dengan toleransi untuk menutup kekurangan jumlah produk sempurna yang dihasilkan apabila ada produk rusak dan produk cacat, yaitu sebesar 5 % dari jumlah pesanan. Apabila jumlah produk rusak dan cacat masih di bawah toleransi perusahaan, maka tidak ada perlakuan lebih lanjut untuk biaya yang diserap oleh produk rusak dan produk cacat tersebut karena harga pokok produk pesanan tidak berubah.

            PT Batik Keris Surakarta dalam menentukan tarif biaya overhead pabrik untuk produk pesanan kurang tepat. Bila dilihat dari elemen-elemen budget biaya overhead pabrik untuk batik tulis dan batik cap, seharusnya tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung. Hal ini dikarenakan elemen biaya overhead pabrik untuk batik tulis dan batik cap yang paling dominan adalah biaya tenaga kerja tidak langsung. Kebijakan PT Batik Keris Surakarta untuk perlakuan produk rusak dan produk cacat juga kurang tepat. Harga pokok produk rusak sebaiknya dibebankan kepada pesanan tertentu yang menimbulakn produk rusak. Biaya perbaikan produk cacat sebaiknya diperlakukan sebagai penambah harga pokok pesanan tertentu yang mengakibatkan timbulnya produk rusak.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis