Penulis Utama : Triyono Susanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K.2502014
Tahun : 2006
Judul : Pengaruh penambahan unsur tembaga (cu) dan variasi suhu pada proses pelunakan (soft annealing) terhadap kekuatan tarik pada alumunium paduan
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2006
Kolasi : xiii, 55 hal.
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Teknik Dan Kejuruan-K.2502014-2006
Subyek : TEMBAGA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR TEMBAGA (Cu) DAN VARIASI SUHU PADA PROSES PELUNAKAN (SOFT ANNEALING) TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA ALUMUNIUM PADUAN. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Oktober 2006. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh: (1) Penambahan unsur tembaga (Cu) terhadap kekuatan tarik pada alumunium paduan, (2) Variasi suhu pada proses pelunakan (soft annealing) terhadap kekuatan tarik pada alumunium paduan, (3) Penambahan unsur tembaga dan variasi suhu pada proses pelunakan (soft annealing) terhadap kekuatan tarik pada alumunium paduan. Penelitian ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu: di Politeknik Manufaktur Ceper Klaten untuk pembuatan sampel dan pengujian komposisi bahan, Laboratorium MIPA Fisika Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk proses pelunakan (soft annealing) dan Laboratorium Bahan Teknik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk pengujian tarik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalm penelitian ini adalah seluruh alumunium paduan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah alumunium paduan yang diberi penambahan unsur tembaga (Cu) 5% dan 10% dengan variasi suhu pelunakan 330oC dan 360oC. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis varian (anava dua jalan) dengan dilanjutkan uji lanjut anava dengan metode sheffe untuk menghitung rerata sel, namun sebelum dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yang meliputi (1) Uji normalitas, (2) Uji Homogenitas. Dan dalam pengujian hipotesis dilaksanakan dengan menggunakan analisis varians (Anava) dua jalur untuk menjawab hipotesis pertama, kedua dan ketiga. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan yaitu, (1) Penambahan unsur tembaga (Cu) berpengaruh signifikan terhadap kuat tarik alumunium paduan. Hal ini terbukti dari hasil analisis dengan uji anava dua jalur yang memperoleh FA 770,010 > F Ftabel(0,05;1;16) 4,49 yaitu diterima pada taraf signifikansi 5%. Rata-rata kuat tarik pada penambahan Cu 10% adalah sebesar 18,41 kg/cm2 lebih tinggi daripada rata-rata kuat tarik pada penambahan kadar Cu 5% sebesar 17,34 kg/cm2. (2) Variasi suhu pada proses pelunakan berpengaruh signifikan terhadap kuat tarik alumunium paduan. Hal ini terbukti dari hasil analisis dengan uji anava dua jalur yang memperoleh FB 4348,921 > F Ftabel(0,05;1;16) 4,49 diterima pada taraf signifikansi 5%. Rata-rata kuat tarik pada suhu pelunakan 360oC adalah sebesar 19,14 kg/cm2 lebih tinggi daripada rata-rata kuat tarik pada suhu pelunakan 330oC sebesar 16,61 kg/cm2. (3) Variasi penambahan unsur tembaga (Cu) dan suhu pada proses pelunakan berpengaruh terhadap kuat tarik alumunium paduan. Rata-rata kuat tarik pada penambahan kadar Cu 10% dan suhu pelunakan 360oC lebih tinggi daripada rata-rata kuat tarik kelompok perlakuan lainnya.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Suwachid, M.Pd.,M.T
2. Drs. Yadiono, M.T.
Catatan Umum : 2656/2006
Fakultas : Fak. KIP