Penulis Utama : Christian Tricahyono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.0399027
Tahun : 2003
Judul : Pengujian estimasi beta saham non manufaktur sebelum dan selama krisis moneter (studi empiris di bursa efek Jakarta periode 1992-2002)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Akuntansi-F.0399027-2003
Subyek : EKONOMI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya stabilitas beta saham dan menguji model estimasi beta saham pada perusahaan non manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 1992-2002. Periode penelitian dibagi menjadi dua sub periode yaitu sebelum dan selama krisis moneter. Periode sebelum krisis moneter dimulai dari 1 Januari 1992 sampai 30 Juni 1997 dan periode selama krisis moneter dimulai dari 1 Juli 1997 sampai 31 Desember 2002. Estimasi beta saham dihitung menggunakan empat model estimasi beta yaitu model OLS, model Blume (1971), model Vasicek (1973) dan model Brooks dan Faff (1997a,b). Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pengujian terhadap hipotesis. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan dalam kategori non manufaktur. Sebelum krisis moneter terdapat sebanyak 56 perusahaan dan selama krisis moneter sebanyak 89 perusahaan. Data yang digunakan adalah harga saham individu harian dan harga saham gabungan. Harga saham disesuaikan dengan corporate action seperti stock split, bonus share, stock dividen dan right issue. Analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan menggunkan uji korelasi product moment dan korelasi rank order. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat koefisien korelasi antar waktu pengamatan, baik dari tahun ketahun atau antar sub periode. Pengujian model estimasi beta sebagai prediktor beta masa depan dilakukan dengan Mean Square Error. MSE dibagi menjadi tiga bagian yaitu bias, inefisiensi, dan random error untuk megetahui penyebab pergerakan beta. Hasil yang diperoleh dari analis data dan pengujian hipotesis menunjukkan adanya stabilitas saham pada periode sebelum dan selama krisis moneter. Adanya stabilitas berarti beta saham historis dan beta masa depan saling berkorelasi. Perbandingan korelasi antar periode menunjukkan kecenderungan beta saham pada periode selama krisis lebih stabil dibandingkan sebelum krisis. Beta yang peling stabil sebelum krisis adalah beta OLS sedangkan untuk selama krisis adalah beta Vasicek. Hasil dari penghitungan MSE mengindikasikan model beta disesuaikan lebih baik daripada model yang tidak disesuaikan (OLS). Model estimasi beta yang terbaik selama periode sebelum dan selama krisis adalah model Brooks dan Faff (1997a,b). Bagian MSE yang mengakibatkan ketidakakuratan beta cenderung diakibatkan oleh random error. Model Vasicek (1973) memiliki random error tertinggi. Kata kunci : beta, stabilitas, model estimasi beta, sebelum krisis dan selama krisis
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
christian.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : 4586/2003
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis