Penulis Utama : Irwan Adriyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.0399043
Tahun : 2003
Judul : Mispricing pada abnormal accruals (suatu pendekatan model de angelo)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Akuntansi-F.0399043-2003
Subyek : MISPRICING
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertjuan untuk melihat ketidaktepatan penilaian pasar (mispricing) pada abnormal accruals. Ketidak tepatan penilaian pasar pada abnormal accruals dapat berupa penilaian yang terlalu tinggi atau penilaian yang terlalu rendah. Dengan menggunakan pendekatan neraca yang dikembangkan oleh Sloan (1996) dan pendekatan arus kas dalam menentukan total accruals dan menggunakan model De Angelo sebagai pengukuran besarnya abnormal accruals, peneliti membuat 2 hipotesis yaitu (1) pasar menilai secara tepat (tidak terdapat mispricing) abnormal accruals dengan menggunakan arus kas, dan (2) pasar menilai secara tepat abnormal accruals dengan menggunakan pendekatan neraca. Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Sampel yang diambil merupakan purposive sample yaitu sebanyak 41 perusahaan yang menghasilkan laba dari tahun 1999 sampai dengan 2001 dan tidak melakukan merger dan akuisisi pada tahun penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier antara abnormal accruals dengan abnormal return pada tiap-tiap kelompok yang dirating berdasarkan besarnya abnormal accruals untuk melihat pengaruh dari abnormal accruals terhadap abnormal return di tiap-tiap kelompok. Untuk mengetahui pasar menilai lebih tinggi atau menilai lebih rendah digunakan pengujian hedge portfolio yaitu melihat selisih abnormal return pada kelompok abnormal accruals yang paling rendah dengan abnormal return pada kelompok abnormal accruals yang paling tinggi. Hasil yang didapat dari pengujian ini yaitu terjadi mispricing pada abnormal accruals dengan menggunakan pendekatan arus kas. Ketidaktepatan penilaian pasar pada abnormal accruals ini berupa penilaian yang terlalu rendah (underprice). Sedangkan dengan menggunakan pendekatan neraca dari Sloan (1996) tidak mendeteksi adanya mispricing pada abnormal accruals. Hasil ini konsisten dengan penelitian Xie (2001) tetapi dengan catatan penelitian ini mendeteksi adanya underprice sedangkan penelitian Xie mendeteksi overprice. Penelitian ini juga konsisten dengan penelitian Collins dan Hribar (2000b) bahwa jika mengukur akrual dengan menggunakan pendekatan neraca kemungkinan besar terjadi error (kesalahan) sehingga menyebabkan biasnya penelitian.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
irwAn adriyanto.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : 4297/2003
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis