Penulis Utama : Hartatik
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.3300184
Tahun :
Judul : Evaluasi sistem penerimaan kas dari penjualan kredit ekspor pada PT. Unggul Perkasa Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi -
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi-F.3300184
Subyek : KREDIT
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Suatu sistem akuntansi dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi pemakainya. Perusahaan jasa mempunyai sistem akuntansi yang berbeda dengan perusahaan dagang maupun manufaktur. Dengan adanya sistem yang baik, maka akan dihasilkan pengendalian intern yang baik pula, sehingga kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi dapat segera dideteksi sedini mungkin. PT. Unggul Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Sumber penerimaan kas dari perusahaan manufaktur biasanya berasal dari pelunasan piutang dari debitur, karena sebagian besar produk perusahaan tersebut dijual melalui penjualan kredit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah sistem penerimaan kas dari penjualan kredit ekspor PT. Unggul Perkasa serta Sistem Pengendalian Intern yang diterapkan oleh perusahaan. Sistem penerimaan kas pada PT. Unggul Perkasa ini adalah sistem penerimaan kas yang berasal dari penjualan kredit ekspor dengan sistem L/C, yaitu sebuah bank bertindak sebagai pengganti importir yakni pihak yang memberikan kepercayaan dan kepastian kepada perusahaan bahwa pembayaran akan dilakukan oleh bank tersebut kepada penjual sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang terdapat dalam L/C. Dari referensi buku yang ada, dapat disimpulkan bahwa sistem penerimaan kas dari penjualan kredit ekspor PT. Unggul Perkasa serta pengendalian intern yang diterapkan mempunyai kebaikan dan kelemahan. Kebaikan PT. Unggul Perkasa terdapat pada sistem otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi dan pada penggunaan dokumen, kelengkapan prosedur yang digunakan, prosedur pencatatan yang menggunakan teknologi komputer, serta adanya bank sebagai fungsi penerimaan kas. Kelemahan PT. Unggul Perkasa berada pada pemisahan fungsi yang belum memadai, catatan akuntansi yang belum lengkap karena belum adanya jurnal penjualan serta belum adanya komite audit atau staf pengendalian intern yang bertugas melaksanakan pemeriksaan intern atas segala kegiatan perusahaan. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka penulis memberikan saran untuk mencapai sistem akuntansi penerimaan kas serta sistem pengendalian intern yang lebih baik, yaitu dengan jalan memisahkan antara fungsi penjualan dengan fungsi pengiriman, menggunakan jurnal penjualan serta membentuk komite audit atau staf pengendalian intern untuk mengecek ketelitian dan keandalan informasi dalam catatan akuntansi perusahaan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
tatik.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis