Penulis Utama : Rini Hartini
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0305082
Tahun : 2009
Judul : Analisis keterpaduan Pasar Kubis antara Pasar Cepogo Kabupaten Boyolali dengan Pasar Legi Kota Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Petanian Jur. Sosial Ekonomi Pertanian-H.0305082-2009
Subyek : PASAR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Peningkatan produksi pertanian tanaman hortikultura, khususnya tanaman kubis tidak akan mempunyai arti jika produk tersebut tidak dapat tersampaikan dengan baik kepada konsumen. Penyampaian produk hasil panen kubis dari petani ke konsumen akhir akan melalui suatu rantai pemasaran. Lokasi petani kubis yang jauh dari konsumen hampir tidak memungkinkan transaksi langsung antara petani produsen dan konsumen akhir sehingga muncul lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses distribusi kubis dan akan berpengaruh terhadap marjin pemasaran. Menurut Handayani dan Minar (2000), perbedaan harga ini juga ditentukan oleh tingkat keterpaduan pasar. Keterpaduan pasar menunjukkan bahwa harga di pasar lokal mengikuti harga di pasar acuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterpaduan pasar kubis dalam jangka pendek antara Pasar Cepogo kabupaten Boyolali dengan Pasar Legi Kota Surakarta. Metode dasar penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu Pasar Cepogo Kabupaten Boyolali sebagai pasar produsen dan Pasar Legi Kota Surakarta sebagai pasar konsumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa data harga kubis selama 36 bulan, yaitu dari Januari 2006 sampai Desember 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterpaduan pasar kubis dalam jangka pendek antara Pasar Cepogo Kabupaten Boyolali dengan Pasar Legi Kota Surakarta rendah, hal ini ditunjukkan dengan nilai IMC yang nilainya lebih dari satu yaitu 1,2 yang berarti bahwa informasi tentang perubahan harga yang terjadi di pasar acuan (Pasar Legi) hanya sedikit yang ditransmisikan ke pasar lokal (Pasar Cepogo). Harga cenderung dipengaruhi oleh selisih harga di Pasar Legi itu sendiri pada suatu bulan dengan bulan sebelumnya. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya keterpaduan pasar kubis dalam jangka pendek antara Pasar Cepogo dengan Pasar Legi adalah tidak tersampaikannya informasi pasar serta lokasi produsen dan konsumen (pasar) yang saling berjauhan. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan agar petani di Kabupaten Boyolali lebih aktif dalam memperoleh informasi harga di pasar konsumen yaitu Pasar Legi Kota Surakarta.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
rini hartini.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Setyowati, SP, MP
2. Umi Barokah, SP, MP
Catatan Umum : 1421/2009
Fakultas : Fak. Pertanian