Penulis Utama : Sukarno
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I.0300043
Tahun : 2007
Judul : Usulan perencanaan pengambilan sampel lampu TL DOP 10 W pada PQI (post quality inspection) dengan metode military standard 105d di PT. General Electric Lighting Indonesia
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Industri-I.0300043-2007
Subyek : MILITARY STANDARD 105D
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Military Standard 105D adalah metode penarikan sampel yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, latar belakang dikembangkanya metode ini adalah untuk mengakomodasi pemenuhan ekspektasi produsen dan konsumen dalam inspeksi kualitas produk dengan mekanisme penerimaan atau penolakan lot. Terdapat tiga level inspeksi berdasarkan metode Military Standard 105D, yaitu normal, ketat dan longgar. Pemilihan level inspeksi tersebut berdasarkan kecenderungan kenaikan atau penurunan jumlah defect yang ditemukan pada inspeksi sebelumnya. PT. General Electric Lighting menggunakan metode inspeksi single sampling dengan jumlah sampel konstan sebanyak 80 pcs untuk tiap lot dengan 500 pcs, penelitian tugas akhir ini adalah untuk merencanakan alternatif pengambilan sampel dengan metode Military Standard 105D. Alternatif usulan single sampling untuk level inspeksi normal sejumlah 34 pcs, longgar sejumlah 32 pcs, inspeksi ketat sejumlah 36 pcs. Pengurangan jumlah sampel dari sampel awal sejumlah 80 pcs adalah 57,5% untuk inspeksi normal, 60% untuk inspeksi longgar, 55% untuk inspeksi ketat. Alternatif usulan double sampling untuk level inspeksi normal diperlukan pengambilan sampel maksimal sejumlah 50 pcs dengan pengambilan pada kategori minor n1=9 pcs dan n2=9 pcs, berikutnya kategori kritis n2=12pcs, mayor 16 pcs, dan inoperative 4 pcs. Level inspeksi longgar diperlukan pengambilan sampel maksimal sejumlah 48 pcs dengan pengambilan pada kategori minor n1=8 pcs dan n2=8 pcs, berikutnya kritis n2=14pcs, mayor 10 pcs, dan inoperative 8 pcs. Level inspeksi ketat diperlukan pengambilan sampel maksimal sejumlah 48 pcs dengan pengambilan pada kategori minor n1=9 pcs dan n2=9 pcs, kategori kritis n2=14 pcs, mayor 14 pcs, dan inoperative 4 pcs. Berdasarkan jumlah sampel usulan tersebut maka pengurangan jumlah sampel dari sampel semula sebesar 80 pcs, sehingga pada level inspeksi normal terjadi pengurangan sebesar 37,5%, inspeksi longgar 40% dan inspeksi ketat 40%. Jumlah sampel masing-masing kategori untuk ketiga level inspeksi pada usulan single sampling dan double sampling memiliki nilai probabilitas dibawah persyaratan resiko produsen (α≤5%) dan resiko konsumen (β≤10%), sehingga sampel usulan tersebut dapat mengakomodasi kepentingan produsen dan konsumen. Kata Kunci: Military standar 105D, single sampling, double sampling. xix + 123 halaman; 45 tabel; 24 gambar; 6 lampiran Daftar pustaka: 15 (1981-2004) vi
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
DEPAN.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
BAB 6.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Lampiran.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Lobes Herdiman, MT
2. Retno Wulan Damayanti, ST, MT
Catatan Umum : 3137/2007
Fakultas : Fak. Teknik