Penulis Utama : Rosandi Himawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G.0005021
Tahun : 2009
Judul : Pengaruh pemberian ekstrak daun teh hijau ( Camellia sinensis) terhadap kadar SGPT tikus putih ( Rattus novergicus ) yang diinduksi isoniazid
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran-G.0005021-2009
Subyek : TEH HIJAU
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Teh Hijau (Camellia Sinensis) mengandung senyawa polifenol yang dikenal sebagai catechin yang terdiri dari epicatechin, epicatechin-3-gallate, epigallocatechin, dan epigallocatechin-3-gallate. Berbagai penelitian membuktikan bahwa senyawa-senyawa tersebut berfungsi melindungi hati dari bahan-bahan radikal bebas dengan cara meningkatkan enzim gluthation-S- transferase (GST) dan menetralkan radikal bebas. Dalam penelitian ini, digunakan Isoniazid sebagai model kerusakan sel hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ekstrak daun teh hijau terhadap kadar SGPT tikus putih yang diinduksi isoniazid. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan pre and post test controlled groups designs. Hewan uji yang digunakan adalah 30 ekor tikus putih ( Rattus novergicus) srtain Wistar dengan umur ± 3 bulan dan berat badan ± 200 gram. Tikus putih dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih. Kelompok I adalah kelompok kontrol negatif yang hanya diberi diet standar pellet ad libitum. Kelompok II adalah kelompok kontrol positif yang diberi diet standar dan diberi Isoniazid ( INH ) dengan dosis 30 mg/ 200gram BB. Kelompok III adalah kelompok Perlakuan I yang diberi perlakuan seperti kelompok kontrol positif ditambah ekstrak daun teh hijau dosis 20mg/ 200gram BB. Kelompok IV adalah kelompok perlakuan II, seperti kelompok kontrol positif ditambah ekstrak daun teh hihau dosis 40mg/ 200gr BB. Kelompok V adalah kelompok perlakuan III, seperti kelompok kontrol positif ditambah ekstrak dauh teh hijau dosis 60mg/kg BB. Penelitian diadakan selama 21 hari, pada hari ke-4 diambil darah melalui sinus orbitalis kemudian diukur kadar SGPT awal dan pada hari ke-21 diukur kadar SGPT akhir. Data yang diperoleh yaitu selisih kadar SGPT akhir dan awal diuji secara stastistik dengan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan Post Hoc Test dengan metode Least Significant Difference/Fisher (LSD) dengan a=0.05, menggunakan program SPSS for Windows Release 15 Hasil penelitian menunjukkan antara kelompok K(-) dan kelompok K(+) didapatkan perbedaan rata-rata kadar SGPT secara bermakna p: 0,000 (p< 0,05). Kelompok K(-) dan kelompok P1 didapatkan perbedaan rata-rata kadar SGPT secara bermakna p: 0,000 (p< 0,05). Kelompok K(-) dan kelompok P2 didapatkan perbedaan rata-rata kadar SGPT secara tidak bermakna p: 0,272 (p< 0,05) Kelompok K(-) dan kelompok P3 didapatkan perbedaan rata-rata kadar SGPT secara bermakna p: 0,049 (p< 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun teh hijau dapat mempengaruhi kadar SGPT tikus putih yang diinduksi Isoniazid. Kata kunci : Camellia sinensis, Isoniazid, SGPT
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
ROSANDI HIMAWAN.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Samigun,dr., SU Pfark
2. Selfi Handayani,dr.,M.Kes
Catatan Umum : 1424/2009
Fakultas : Fak. Kedokteran