Penulis Utama : Yanuar Sudadyo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Analisis total quality service dengan house of quality (studi kasus pada kelas I dan VIP rumah sakit Panti Waluyo Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0200115-2005
Subyek : KONSUMEN, PERLINDUNGAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : pertama , atibut – atribut dalam persyaratan konsumen yang dianggap penting bagi konsumen dan perlu ditindaklanjuti untuk perbaikan selanjutnya oleh pihak RS. Panti Waluyo, kedua, hubungan antara persyaratan konsumen dengan kebutuhan teknis yang masih memerlukan perhatian lebih dari pihak RS. Panti Waluyo, ketiga, atribut – atribut kebutuhan teknis yang paling penting dan perlu perhatian lebih serta tingkat kesulitan RS. Panti Waluyo dalam menindaklanjutinya, dan yang terakhir hubungan – hubungan saling mendukung yang terjadi antar kebutuhan teknis yang diperlukan RS. Panti Waluyo.

Sehubungan dengan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini menggunakan alat analisis House of Quality. Penelitian ini mengambil tempat di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang sedang atau pernah dirawat inap atau dirawat jalan dan juga sedang atau pernah menggunakan fasilitas jasa layanan pada kelas I dan VIP Rumah Sakit Panti Waluyo, serta keluarga penunggu pasien. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non–probability sampling, yang berarti tidak semua anggota populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dijadikan sample dan juga purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu sehingga relevan dengan rancangan penelitian. Kemudian penyebaran kuesioner dikombinasikan dengan menggunakan metode convinience, dengan alasan mudah ditemui dan dalam penelitian memiliki kebebasan untuk memilih sampel yang paling murah dan cepat.

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa item – item pertanyaan yang berjumlah 41 item baik untuk kuesioner tingkat kepentingan ataupun tingkat performance semuanya valid. Kemudian dilakukan analisis House of Quality dengan tahap – tahap sebagai berikut : (1) analisis customer requirement ( CR ), (2) analisis tingkat kepentingan konsumen, (3) skala preferensi konsumen, (4) analisis tingkat perbaikan (Tk.P), (5) sales point ( SP ), (6) analisis customer requirement score ( CRS ), (7) technical requirement ( TR ), (8) analisis hubungan CR dan TR, (9) technical measure,(10) analisis technical difficulty,(11) analisis technical requirement score ( TRS ), (12) analisis sinergi atau konflik antar TR.

Hasil dari analisis House of Quality menunjukkan semua atribut atau item dalam kuesioner tingkat kepentingan ( kuesioner A ) dianggap penting bagi responden atau pasien dan dimensi yang dianggap paling penting oleh para responden adalah dimensi responiveness. Dari penghitungan prosentase penilaian persyaratan konsumen (CRS) didapatkan 3 nilai prosentase yaitu 1,7 %, 2,2 %, dan 2,7 %, yang berarti bahwa semakin tinggi nilai prosentase CRS, maka item tersebut semakin penting dan membutuhkan perhatian untuk perbaikan selanjutnya. Terdapat beberapa item technical requirement yang belum benar – benar menjawab customer requirement sehingga perlu mendapat perhatian lebih, terutama item – item pada hubungan – hubungan yang mendapatkan skor 1. Dari tahap analisis penilaian kebutuhan teknis (TRS) tersebut diperoleh nilai – nilai prosentase dari item – item kebutuhan teknis (TR), yang menunjukkan bahwa semakin besar prosentase TRS tersebut, maka item – item kebutuhan teknis atau technical requirement (TR) tersebut dianggap semakin penting dan perlu perhatian lebih yang kemudian ditindak lanjuti ke tahap selanjutnya. Kemudian terdapat hubungan sinergi dengan dengan score +9 atau sangat mendukung dan hubungan yang mendekati positif sempurna, seperti misalnya penilaian prestasi dengan penciptaan motivasi kerja.

Dari hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan beberapa saran yaitu pihak RS. Panti Waluyo perlu untuk mendesain dimensi assurance menjadi lebih baik atau setidaknya mencapai kebutuhan teknis atau technical requirement yang mereka tetapkan dan mempertahankan kinerja dimensi responsiveness. Pihak rumah sakit juga sebaiknya melakukan upaya – upaya perbaikan kinerja dengan cara yaitu berusaha memenuhi atau menjawab customer requirement yang selama ini masih belum dipenuhi, sehingga dapat meningkatkan kinerja rumah sakit. Kemudian pihak rumah rakit perlu mengadakan survey terhadap responden atau masyarakat untuk mengetahui pendapat mereka dalam upaya perbaikan atribut kualitas layanan. Lalu pihak rumah sakit juga bisa memperbanyak program pelatihan singkat, memperbaiki penerapan budaya kerja, meningkatkan kerjasama yang baik antar karyawannya dan lain sebagainya, dimana dari hasil analisis TRS hal – hal tersebut paling penting untuk mendapatkan perhatian untuk ditindak lanjuti ke tahap selanjutnya. Kemudian pihak rumah sakit sebaiknya lebih memusatkan perhatian pada item – item TR yang mempunyai hubungan dengan nilai rendah, memperbaikinya sehingga jumlah item dengan nilai rendah berkurang dan item dengan nilai 9 bertambah. Dan yang terakhir, pihak rumah sakit harus melakukan upaya – upaya untuk meningkatkan jumlah hubungan sinergi dengan score +9 yang merupakan hubungan yang sangat mendukung dan hubungan yang mendekati positive sempurna antara atribut – atribut technical requirement

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Reza Rahardian, SE., M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis