Penulis Utama : Desi Setiowati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K8415016
Tahun : 2019
Judul : Penerapan Model Pembelajaran Complex Instruction Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Kelas Xi Ips 5 SMA Negeri 2 Surakarta
Edisi :
Imprint : SURAKARTA - F. KIP - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-F.KIP Prog. PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI-K8415016-2019
Subyek : COMPLEX INSTRUCTION, KEAKTIFAN, HASIL BELAJAR, MATA PELAJARAN SOSIOLOGI.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Desi Setiowati. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COMPLEX INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 5  SMA NEGERI 2 SURAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. September. 2019.
    Masalah yang muncul ketika pembelajaran berlangsung dalam kelas. Masalah-masalah tersebut adalah tingkat keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang masih rendah, serta penggunaan metode ceramah yang membuat siswa bersikap kurang aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan  dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 5 SMA Negeri 2 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran complex instruction.
    Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Surakarta kelas XI IPS 5 dengan jumlah siswa 32 terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu : Pertama, perencanaan tindakan. Kedua, pelaksanaan tindakan. Ketiga, observasi. Keempat, refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes (soal evaluasi) dan nontes (observasi, wawancara, dan dokumentasi).
Hasil penelitian menunjukkan keaktifan siswa mengalami peningkatan. Sebelum penerapan model pembelajaran complex instruction pada kegiatan pra tindakan tingkat keaktifan peserta didiknya masih rendah, yang aktif 15,63%, yang kurang aktif  84,37%. Saat siklus I dan siklus II proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran complex instruction dan tingkat keaktifan peserta didik mulai meningkat yaitu pada siklus I tingkat keaktifannya adalah 62,50?n yang kurang aktif 37,50%. Pada siklus II tingkat keaktifan peserta didik meningkat menjadi 81,25?n yang kurang aktif adalah 18,75%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Nilai rata-rata kelas pada saat pra tindakan adalah 72,65. Setelah menggunakan model pembelajaran complex instruction pada saat siklus I dan siklus II mengalami kenaikan. Pada siklus I nilai rata-rata kelas adalah 77.5 dan pada siklus II nilai rata-rata adalah 81,87. Pada saat pra tindakan yang tuntas sebanyak 17 peserta didik atau 53,12?n yang tidak tuntas sebanyak 15 peserta didik 46,87%. Pada siklus I peserta didik yang tuntas sebanyak 23 atau 71,88?n yang tidak tuntas sebanyak 9 peserta didik atau 28,12%. Pada siklus II yang tuntas sebanyak 28 peserta didik 87,5?n yang tidak tuntas sebanyak 4 peserta didik 12,5%. Penelitian yang telah dilakukan maka dapat menjadi salah satu acuan dasar tenaga pendidik dalam pemilihan model pembelajaran kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam proses pembelajaran.

Kata kunci : complex instruction, keaktifan, hasil belajar, mata pelajaran sosiologi.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
PENGESAHAN.pdf.pdf
Halaman Awal.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr.rer.nat Nurhadi, S.Ant, M.Hum,
2. Yuhastina, Ph.D,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP